Analisis Euro ING: Penurunan EUR di Bawah 1.1500 Tak Berlanjut

Dipublikasikan pada: 20 November 2025

Analisis Euro ING: Penurunan EUR di Bawah 1.1500 Tak Berlanjut

Analisis ING: Penurunan EUR di Bawah 1.1500 Diyakini Tidak Berkelanjutan Saat Ini

Dalam perkembangan pasar mata uang yang mencerminkan volatilitas terkini, Euro (EUR) kembali berada di bawah tekanan. Penurunan signifikan membawa EUR meluncur di bawah ambang batas psikologis 1.1500 terhadap Dolar AS (USD). Namun, menurut pandangan analis strategi mata uang dari ING, "EUR: Drops below 1.1500 unsustainable for now – ING", level tersebut mungkin tidak dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama. Pernyataan ini memberikan perspektif krusial bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan salah satu pasangan mata uang paling aktif di dunia.

Faktor Pendorong Tekanan Terhadap Euro

Penurunan nilai tukar Euro baru-baru ini didorong oleh serangkaian faktor makroekonomi dan geopolitik kompleks. Kekuatan Dolar AS, yang diuntungkan oleh kebijakan moneter Federal Reserve yang agresif, terus menjadi pendorong utama. The Fed secara konsisten menaikkan suku bunga. Hal ini meningkatkan daya tarik aset berbasis USD. Selain itu, krisis energi di Eropa, diperparah oleh konflik geopolitik, menciptakan ketidakpastian substansial. Harga gas alam yang melonjak membebani rumah tangga dan bisnis. Hal ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi zona Euro. Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi dilema. Mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk menekan inflasi dengan risiko resesi. Ini menjadikan prospek ekonomi regional tetap suram.

Ketidakberlanjutan Penurunan EUR di Bawah 1.1500 Menurut Analisis ING

Perspektif ING menyoroti bahwa level 1.1500 mungkin merupakan titik over-ekstensi. Mereka menganggap fundamental ekonomi Eurozone masih memiliki resiliensi. Analis ING berpendapat bahwa pergerakan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi. Ada kemungkinan bagi Euro untuk menemukan kembali pijakannya. Ini bisa terjadi karena pasar mungkin bereaksi berlebihan terhadap berita negatif jangka pendek. Selain itu, potensi pembalikan kebijakan atau data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dapat menjadi katalis. Misalnya, jika ECB menunjukkan sinyal yang lebih hawkish. Atau jika tekanan harga energi mulai mereda. Semua ini dapat mendukung rebound EUR. Mereka melihat area 1.1500 sebagai level teknis dan fundamental penting. Penembusan di bawahnya, jika tidak didukung oleh fundamental jangka panjang, cenderung tidak bertahan lama.

Potensi Pemulihan dan Level Kritis Selanjutnya

Jika analisis ING terbukti akurat, pasar mungkin akan menyaksikan upaya Euro untuk kembali di atas level 1.1500. Kunci untuk pemulihan ini adalah pergeseran sentimen pasar. Pergeseran ini bergantung pada data inflasi zona Euro yang mereda. Atau sinyal dari ECB mengenai langkah-langkah pengetatan moneter di masa depan. Level resistensi awal yang harus diperhatikan adalah di sekitar 1.1550 dan kemudian 1.1600. Di sisi lain, jika Euro gagal menemukan dukungan dan tekanan jual berlanjut, level dukungan selanjutnya mungkin berada di sekitar 1.1450 atau bahkan lebih rendah. Para trader dan investor perlu memantau perkembangan geopolitik. Perkembangan kebijakan energi dan keputusan bank sentral tetap menjadi penentu utama pergerakan EUR/USD dalam periode mendatang.

Kesimpulan

Menurut Analisis Euro ING, penurunan EUR di bawah 1.1500 kemungkinan tidak akan bertahan lama, didorong oleh spekulasi pasar berlebihan. Potensi pemulihan EUR/USD bergantung pada pergeseran sentimen, data inflasi, dan langkah ECB, sambil terus memantau faktor geopolitik dan energi.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru USD/JPY Menguat: Dolar AS Perkasa & Tantangan Fiskal Jepang Artikel Lama → Suku Bunga ECB Stabil: Implikasi Penting untuk Trading & Investasi

Postingan Lainya