Analisis EUR/USD: Momen Krusial Menuju 1.16, Dolar AS Tertekan

Dipublikasikan pada: 27 November 2025

Analisis EUR/USD: Momen Krusial Menuju 1.16, Dolar AS Tertekan

Pasangan mata uang EUR/USD terus menunjukkan kekuatan, perlahan bergerak mendekati level krusial 1.16. Pergerakan ini terjadi meskipun data klaim pengangguran awal di Amerika Serikat menunjukkan penurunan yang signifikan. Situasi ini menggarisbawahi bahwa sentimen dovish terhadap kebijakan Federal Reserve masih kuat di pasar, menolak untuk tergoyahkan oleh indikator ekonomi positif AS. Investor tampak mematok ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pergerakan EUR/USD Menuju 1.16: Momentum Teknis dan Fundamental

Secara teknis, EUR/USD telah berhasil menembus beberapa resistensi minor. Ini membuka jalan menuju target psikologis 1.16. Momentum beli tampak solid, didukung oleh sinyal positif dari indikator teknis utama. Volume perdagangan juga mendukung pergerakan naik ini. Fundamentalnya, perbedaan dalam prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi pendorong utama. Pasar mengantisipasi The Fed akan tetap berhati-hati dalam menormalisasi kebijakannya. Di sisi lain, pemulihan ekonomi Zona Euro yang stabil memberikan dukungan moderat untuk Euro.

Klaim Pengangguran AS Menurun, Namun Sentimen Dovish Gagal Tergoyahkan

Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal turun ke level terendah dalam beberapa minggu terakhir. Angka ini secara historis merupakan tanda pemulihan pasar tenaga kerja yang sehat. Meskipun demikian, dolar AS gagal mendapatkan dorongan signifikan dari berita positif ini. Pasar sepertinya telah mengabaikan data tersebut.

Ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve tetap cenderung dovish. Pelaku pasar meyakini The Fed tidak akan terburu-buru melakukan pengetatan moneter. Pernyataan dari pejabat Fed baru-baru ini memperkuat pandangan ini. Mereka menekankan bahwa inflasi mungkin bersifat transitori dan pemulihan penuh masih membutuhkan waktu. Oleh karena itu, diskusi mengenai tapering program pembelian aset atau kenaikan suku bunga masih terasa jauh. Sentimen ini mencegah dolar AS menguat. Dolar AS justru tetap berada di bawah tekanan.

Faktor-faktor Pendorong Euro dan Prospek Jangka Pendek

Di sisi Eropa, Euro mendapatkan dukungan dari beberapa faktor. Program vaksinasi yang berjalan lancar di banyak negara Zona Euro berkontribusi pada optimisme pemulihan ekonomi. Indikator aktivitas ekonomi menunjukkan peningkatan. Pembukaan kembali ekonomi secara bertahap juga menjadi sentimen positif.

Bank Sentral Eropa, meski mempertahankan sikap akomodatif, kini menghadapi tekanan inflasi yang meningkat. Namun, para pembuat kebijakan ECB tampaknya tidak terburu-buru untuk mengubah jalur kebijakan. Perbedaan pendekatan inilah yang secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi Euro relatif terhadap Dolar AS. Untuk jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi makro AS berikutnya. Selain itu, pidato dari pejabat bank sentral kedua belah pihak akan dicermati. Level 1.16 kini menjadi resistensi teknis penting yang harus ditembus EUR/USD untuk melanjutkan tren naiknya.

Kesimpulan

Pasangan EUR/USD terus menunjukkan kekuatan menuju level 1.16, didorong oleh sentimen dovish Federal Reserve dan pemulihan Eurozone. Meskipun data klaim pengangguran AS membaik, dolar AS tetap di bawah tekanan. Perhatian kini tertuju pada rilis data ekonomi makro AS dan pidato pejabat bank sentral, dengan 1.16 menjadi resistensi kunci.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Analisis Pasar Asia: Sentimen Campur Aduk Pasca Reli Wall Street Artikel Lama → Pertumbuhan Gaji Moderat AS: Laporan Beige Book & Kebijakan The Fed

Postingan Lainya