Analisis EUR/USD: Tekanan Jual Berlanjut Akibat Kebijakan ECB Dovish

Dipublikasikan pada: 19 December 2025

Analisis EUR/USD: Tekanan Jual Berlanjut Akibat Kebijakan ECB Dovish

Pasangan mata uang EUR/USD terus menunjukkan tren bearish. Hal ini terjadi setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, secara eksplisit meredam harapan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Komentar Lagarde pada forum ECB baru-baru ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter ECB akan tetap akomodatif untuk jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini memberikan tekanan jual signifikan pada Euro.

ECB Bersikap Hati-Hati di Tengah Kekhawatiran Inflasi

Dalam pidatonya, Lagarde menekankan bahwa kenaikan inflasi di Zona Euro sebagian besar bersifat sementara. Ia mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan harga akan melambat setelah tekanan saat ini mereda. Pandangan ini berbeda dengan beberapa bank sentral lain yang mulai mengisyaratkan pengetatan kebijakan. Lagarde menegaskan bahwa ECB tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Ia melihat langkah prematur dapat menghambat pemulihan ekonomi Zona Euro yang masih rapuh. Pernyataan ini secara efektif menggeser ekspektasi pasar jauh dari pengetatan kebijakan dalam waktu dekat. Akibatnya, Euro kehilangan daya tarik investasi.

Selain itu, Lagarde juga menyoroti kebutuhan untuk memastikan inflasi tetap stabil pada target jangka menengah. Ia menilai kondisi saat ini belum memenuhi kriteria tersebut. Hal ini berarti ECB kemungkinan besar akan mempertahankan pembelian aset dalam program PEPP (Pandemic Emergency Purchase Programme) untuk mendukung likuiditas dan menjaga biaya pinjaman tetap rendah. Pasar kini mencerna implikasi dari sikap dovish ECB ini. Mereka semakin memperhitungkan perbedaan kebijakan moneter antara Zona Euro dan yurisdiksi lain, seperti Amerika Serikat.

Pandangan Dovish Lagarde Memperkuat Tekanan Jual pada EUR/USD

Pernyataan Christine Lagarde secara langsung berkontribusi pada pelemahan EUR/USD. Investor mulai menggeser modal mereka ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Dolar AS, dengan potensi Federal Reserve untuk mulai mengurangi stimulus dan menaikkan suku bunga lebih cepat, menjadi pilihan menarik. Selisih imbal hasil obligasi antara Jerman dan AS semakin melebar, menjadikan Dolar lebih menarik. Ini adalah faktor kunci yang menekan Euro.

Secara teknikal, EUR/USD telah menembus beberapa level support penting. Pasangan ini kini mendekati level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir. Sentimen pasar cenderung negatif, dengan banyak analis memperkirakan potensi penurunan lebih lanjut. Volume perdagangan juga menunjukkan peningkatan minat jual. Apabila ECB terus mempertahankan sikap akomodatifnya, tekanan pada Euro diperkirakan akan berlanjut. Kebijakan moneter yang divergen menjadi narasi utama di pasar forex saat ini.

Analisis Teknis dan Prospek Jangka Pendek EUR/USD

Dari perspektif analisis teknis, EUR/USD saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan utama. Ini mengindikasikan dominasi tren turun. Level resistance psikologis utama kini berada di sekitar 1.0800. Sementara itu, level support signifikan dapat ditemukan di sekitar 1.0600. Penembusan ke bawah level ini dapat memicu gelombang penjualan baru. Indikator momentum juga mendukung pandangan bearish. RSI (Relative Strength Index) bergerak di zona oversold, namun belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan yang kuat.

Trader akan memantau data ekonomi Zona Euro dan komentar tambahan dari pejabat ECB dengan cermat. Mereka mencari petunjuk mengenai perubahan potensial dalam pandangan bank sentral. Namun, selama Lagarde dan anggota dewan ECB lainnya tetap berpegang pada narasi inflasi transien dan pemulihan hati-hati, EUR/USD kemungkinan besar akan terus menghadapi tantangan. Pasar saat ini mencerna sinyal-sinyal ini dan menyesuaikan posisi mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa bias bearish pada EUR/USD kemungkinan akan bertahan dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Sikap dovish ECB, terutama dari Christine Lagarde, terus menekan pasangan EUR/USD. Perbedaan kebijakan moneter dengan bank sentral lain, seperti Federal Reserve, memperkuat daya tarik Dolar AS. Prospek jangka pendek EUR/USD cenderung bearish selama ECB mempertahankan narasi inflasi transien dan pemulihan hati-hati.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru USD JPY Melonjak: Yen Anjlok Pasca Kebijakan BoJ Artikel Lama → Pidato Ueda Suku Bunga: Arah Kebijakan Moneter BoJ ke Depan

Postingan Lainya