Analisis GBP/USD: Pound Sterling Tertekan, UOB Prediksi Penurunan
Dipublikasikan pada: 11 September 2026
Pound Sterling: Level Support 1.3495 dalam Tekanan Melawan Dolar AS – Analisis UOB
Pound Sterling (GBP) terus menghadapi tekanan signifikan terhadap Dolar AS (USD) di pasar valuta asing. Situasi ini mendorong perhatian pada level support krusial 1.3495, yang menurut analisis terbaru dari United Overseas Bank (UOB), kini berada di bawah ancaman serius. Para pelaku pasar memantau ketat pergerakan GBP/USD, menimbang berbagai faktor fundamental dan teknikal yang berpotensi memicu pergerakan harga lebih lanjut.
Analisis Teknis GBP/USD dari Perspektif UOB
Menurut laporan terbaru dari UOB, pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang persisten. Level support 1.3495 menjadi titik pivot penting. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, UOB memperkirakan potensi penurunan lebih lanjut. Target berikutnya mungkin berada di kisaran 1.3450 atau bahkan lebih rendah, sekitar 1.3400. Tekanan jual terlihat meningkat, didukung oleh indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) yang cenderung menurun serta persilangan moving average yang bearish. Sentimen pasar cenderung negatif, dengan banyak trader mengambil posisi short atau menunggu konfirmasi penembusan support.
Faktor Pendorong Pelemahan Pound Sterling
Beberapa faktor fundamental turut berkontribusi terhadap tekanan pada Pound Sterling. Data ekonomi Inggris belakangan ini menunjukkan gambaran yang beragam. Inflasi masih menjadi perhatian utama Bank of England (BoE), namun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi juga meningkat. Kebijakan moneter BoE yang cenderung hati-hati dibandingkan bank sentral lainnya, seperti Federal Reserve AS, sedikit membatasi daya tarik Pound. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Eropa serta masalah pasokan energi global terus membebani prospek ekonomi Inggris, secara tidak langsung menekan nilai tukar GBP.
Kekuatan Dolar AS di Tengah Ketidakpastian Global
Di sisi lain, Dolar AS menikmati momentum penguatan yang solid. Kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve AS menjadi pendorong utama. The Fed secara konsisten mengindikasikan niatnya untuk terus menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi. Langkah-langkah hawkish ini meningkatkan daya tarik Dolar AS sebagai aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Selain itu, status Dolar sebagai mata uang safe-haven tetap relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik. Investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman, yang secara alami menguntungkan Dolar AS. Perbedaan jalur kebijakan moneter antara The Fed dan BoE secara jelas mendukung penguatan USD.
Prospek Jangka Pendek untuk Pasangan Mata Uang GBP/USD
Untuk jangka pendek, fokus pasar akan tetap tertuju pada level 1.3495. Penutupan di bawah level ini akan mengkonfirmasi pandangan bearish dari UOB dan dapat memicu gelombang penjualan lebih lanjut. Sebaliknya, upaya untuk bertahan di atas level ini mungkin memberikan jeda sementara bagi Pound, namun pembalikan tren signifikan masih memerlukan katalis positif yang kuat. Kalender ekonomi yang akan datang, termasuk rilis data inflasi dan pertumbuhan PDB dari Inggris dan AS, serta pernyataan dari pejabat bank sentral, akan memberikan arah lebih lanjut. Para trader disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang tinggi.
Kesimpulan
Pound Sterling (GBP) terus menghadapi tekanan dari Dolar AS (USD), dengan level support krusial 1.3495 menjadi fokus utama menurut analisis UOB. Pelemahan GBP didorong oleh faktor fundamental seperti perbedaan kebijakan moneter dan ketidakpastian global, sementara Dolar AS menguat. Trader disarankan waspada karena penembusan support dapat memicu penurunan lebih lanjut, dengan kalender ekonomi sebagai panduan arah pasar.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com