Analisis GBP/USD: Tembus 1.3600 Didorong Hormuz & BoE Hawkish
Dipublikasikan pada: 18 April 2026
Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan performa bullish signifikan, mendekati level psikologis krusial 1.3600. Pergerakan ini terjadi seiring berita pembukaan kembali Selat Hormuz yang efektif meredam kekuatan Dolar AS di pasar global. Investor kini mencermati potensi penembusan level resistensi penting tersebut, di tengah pergeseran sentimen risiko global.
GBP/USD Berupaya Tembus Level Kunci 1.3600
Momen ini menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar. GBP/USD terus menguji batas atas kisaran perdagangannya. Penembusan di atas 1.3600 akan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut, berpotensi menargetkan 1.3650 atau bahkan 1.3700. Para analis teknikal menyoroti momentum positif dari indikator-indikator utama. Namun, konsolidasi mungkin terjadi sebelum penembusan definitif. Level support terdekat berada di 1.3550, diikuti oleh 1.3520.
Kekuatan Sterling juga didukung oleh ekspektasi pasar terkait kebijakan Bank of England (BoE). Meskipun inflasi masih menjadi perhatian, prospek ekonomi Inggris tampak lebih stabil. Oleh karena itu, BoE mungkin akan mempertahankan sikap hawkish-nya. Ini memberikan dorongan tambahan bagi nilai tukar Poundsterling.
Pembukaan Hormuz dan Dampaknya pada Dolar AS
Berita mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz memiliki implikasi luas. Selat ini merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak global. Ketegangan sebelumnya di wilayah tersebut memicu kekhawatiran pasokan, sehingga meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti Dolar AS. Dengan meredanya ketegangan, kebutuhan akan Dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman berkurang.
Dolar AS mengalami tekanan jual di seluruh papan. Indeks Dolar AS (DXY) merosot, mencerminkan peningkatan selera risiko global. Investor beralih ke aset yang lebih berisiko. Mata uang komoditas dan mata uang berisiko tinggi lainnya mendapat keuntungan. Penurunan permintaan safe-haven ini secara langsung melemahkan Dolar AS. Ini juga mendorong GBP/USD lebih tinggi.
Sentimen Risiko Global dan Prospek Pasar
Pergeseran sentimen risiko global adalah pendorong utama pergerakan pasar saat ini. Ketika ketidakpastian geopolitik mereda, pasar cenderung mengadopsi sikap 'risk-on'. Ini berarti investor lebih bersedia mengambil risiko. Mereka mengalokasikan modal ke aset yang menawarkan potensi pengembalian lebih tinggi. GBP, sebagai mata uang yang lebih sensitif terhadap risiko, mendapat manfaat dari kondisi ini.
Selain faktor geopolitik, data ekonomi juga berperan penting. Perbedaan dalam prospek ekonomi antara AS dan Inggris terus diamati. Rilis data inflasi dan pasar tenaga kerja akan memberikan petunjuk baru. Para pedagang akan terus memantau pernyataan dari Federal Reserve dan Bank of England. Kebijakan moneter menjadi penentu arah pergerakan mata uang dalam jangka menengah.
Kesimpulan
Pergerakan bullish GBP/USD didorong oleh pembukaan Selat Hormuz yang melemahkan Dolar AS dan prospek hawkish Bank of England. Pasangan ini kini mendekati level kunci 1.3600, mencerminkan pergeseran sentimen risiko global ke arah "risk-on". Trader perlu memantau data ekonomi dan kebijakan moneter lebih lanjut.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com