Analisis GBP/USD: Tetap Bullish di Atas SMA 100-Jam, Apa Selanjutnya?
Dipublikasikan pada: 05 August 2026
Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan pergerakan stabil di sekitar level 1.3450 dalam sesi perdagangan terkini. Analisis pasar menyoroti bahwa sentimen bullish tetap dominan, terutama karena pasangan ini berhasil mempertahankan posisinya di atas Simple Moving Average (SMA) 100-jam. Kondisi ini memberikan sinyal penting bagi para pedagang yang memantau prospek jangka pendek.
Analisis Teknis Mendalam untuk GBP/USD di Sekitar 1.3450
Pergerakan GBP/USD di sekitar 1.3450 menandakan fase konsolidasi setelah volatilitas sebelumnya. SMA 100-jam berfungsi sebagai level dukungan dinamis krusial. Selama harga bertahan di atas level ini, tekanan beli diperkirakan terus berlanjut. Penembusan ke bawah SMA 100-jam dapat memicu aksi jual, mungkin membawa pasangan ini menuju level dukungan psikologis 1.3400. Di sisi atas, level resistensi terdekat berada di 1.3480, diikuti oleh 1.3520. Penembusan resistensi ini akan membuka jalan menuju target yang lebih tinggi.
Indikator teknis lainnya juga mendukung pandangan ini. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di wilayah netral, memungkinkan ruang gerak bagi harga. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan garis sinyal yang saling mendekat. Ini mengindikasikan potensi perubahan momentum dalam waktu dekat. Para pedagang harus memantau penutupan harian di atas SMA 100-jam untuk konfirmasi lebih lanjut.
Faktor Fundamental Pendorong Pergerakan GBP/USD
Selain analisis teknis, faktor fundamental berperan penting dalam arah GBP/USD. Kebijakan moneter dari Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (The Fed) terus menjadi sorotan. Ekspektasi kenaikan suku bunga dari kedua bank sentral memengaruhi daya tarik mata uang masing-masing. Pernyataan hawkish dari pejabat BoE akan menguatkan Pound Sterling. Sebaliknya, prospek kenaikan suku bunga agresif dari The Fed akan mendukung Dolar AS.
Data ekonomi makro juga memberikan pengaruh signifikan. Dari Inggris, data inflasi, pertumbuhan PDB, dan angka pasar tenaga kerja akan dicermati. Angka-angka positif biasanya menopang GBP. Di Amerika Serikat, laporan inflasi Konsumen (CPI) dan data pekerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) sangat penting. Angka yang kuat di AS cenderung meningkatkan Dolar. Sentimen risiko global juga memainkan peran. Peningkatan ketegangan geopolitik sering kali mendorong permintaan Dolar AS sebagai aset safe-haven.
Prospek Jangka Pendek: GBP/USD Pertahankan Kontrol Bullish di Atas SMA 100-Jam
Dalam skenario jangka pendek, GBP/USD mempertahankan kontrol bullish yang kuat selama harga tetap di atas SMA 100-jam. Level ini berfungsi sebagai batas penting antara sentimen beli dan jual. Pedagang cenderung melihat peluang pembelian selama dukungan ini bertahan. Penembusan di bawah 1.3430, yang merupakan SMA 100-jam, bisa membatalkan pandangan bullish saat ini. Hal ini dapat memicu penurunan menuju 1.3380. Sebaliknya, penembusan berkelanjutan di atas 1.3480 dapat membuka jalan menuju level 1.3550.
Peristiwa ekonomi mendatang juga akan membentuk pergerakan selanjutnya. Rilis data inflasi di Inggris dan risalah rapat FOMC dari AS dapat memicu volatilitas signifikan. Investor harus tetap waspada terhadap kejutan data. Perbedaan kebijakan moneter antara BoE dan The Fed akan terus menjadi pendorong utama. Fluktuasi di pasar obligasi global juga akan memengaruhi dinamika pasangan ini. Fokus pasar tetap pada indikator-indikator kunci yang memberikan arahan selanjutnya.
Kesimpulan
GBP/USD menunjukkan sentimen bullish kuat selama bertahan di atas SMA 100-jam, yang menjadi level krusial untuk prospek jangka pendek. Pedagang perlu memantau level teknikal penting serta perkembangan kebijakan moneter BoE dan The Fed, dan data ekonomi makro untuk arah pergerakan selanjutnya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com