Analisis Trading GBP/JPY: Melonjak Kuat Pasca BoJ, Target 212.00

Dipublikasikan pada: 18 September 2026

Analisis Trading GBP/JPY: Melonjak Kuat Pasca BoJ, Target 212.00

Pasangan mata uang GBP/JPY menunjukkan performa kuat baru-baru ini. Ia melonjak ke level tertinggi dua minggu di atas 210.50. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah aksi jual Yen Jepang (JPY). Ini mengikuti pertemuan Bank of Japan (BoJ). Investor mencerna implikasi kebijakan BoJ. Ini memicu sentimen bearish terhadap JPY. Akibatnya, GBP/JPY terdorong lebih tinggi.

Faktor Pendorong Kenaikan GBP/JPY Pasca-BoJ

Bank of Japan mempertahankan sikap dovish pada pertemuan kebijakan terakhirnya. Mereka tidak memberikan sinyal hawkish yang diantisipasi sebagian pasar. Hal ini memperlebar perbedaan suku bunga. Ini terjadi antara Jepang dan negara-negara maju lainnya. Investor mencari imbal hasil lebih tinggi. Mereka beralih dari JPY. Mereka masuk ke mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, seperti Pound Sterling. Strategi carry trade menjadi sangat menarik dalam kondisi ini. Sementara itu, Pound Sterling menunjukkan ketahanan relatif. Prospek ekonomi Inggris yang stabil mendukungnya. Ini terjadi meskipun Bank of England juga menghadapi tantangan inflasi. Aliran modal cenderung menguntungkan Sterling.

Analisis Teknis dan Level Kunci GBP/JPY di Atas 210.50

Lonjakan GBP/JPY melampaui level 210.50 menandakan momentum kuat. Level ini sebelumnya bertindak sebagai resistensi signifikan. Sekarang, 210.50 kemungkinan berfungsi sebagai support kritis. Penembusan di atasnya membuka jalan menuju target psikologis berikutnya. Ini mungkin di sekitar 211.50 atau bahkan 212.00. Indikator teknis jangka pendek menunjukkan momentum bullish berkelanjutan. Relative Strength Index (RSI) bergerak di wilayah overbought. Namun, ia tidak menunjukkan divergensi bearish segera. Jika terjadi koreksi, level support di 209.80 dan 209.00 akan menjadi titik perhatian utama. Para trader mengamati level-level ini dengan cermat.

Prospek Makroekonomi dan Dampaknya pada GBP/JPY

Prospek makroekonomi juga mendukung kenaikan GBP/JPY. Bank of England diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter hati-hati. Inflasi di Inggris tetap menjadi perhatian utama. Namun, pasar mengantisipasi potensi pemotongan suku bunga di masa depan. Di sisi Jepang, BoJ berkomitmen pada kebijakan moneter sangat longgar. Tujuannya mencapai target inflasi 2% secara berkelanjutan. Perbedaan pendekatan kebijakan ini menciptakan divergensi jelas. Divergensi ini meningkatkan daya tarik GBP/JPY sebagai aset carry trade. Perhatian pasar kini beralih ke data ekonomi mendatang dari kedua negara. Ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Sentimen pasar saat ini cenderung bullish untuk GBP/JPY. Para trader akan memantau setiap komentar dari pejabat BoJ atau BoE. Pergerakan imbal hasil obligasi global juga akan memengaruhi pasangan ini. Stabilitas di pasar ekuitas global dapat mendukung kelanjutan strategi carry trade. Investor terus mengevaluasi risiko dan peluang dalam lingkungan suku bunga global yang dinamis.

Kesimpulan

Sentimen pasar saat ini sangat bullish untuk GBP/JPY, didorong oleh perbedaan kebijakan moneter antara BoJ yang dovish dan Pound Sterling yang relatif stabil. Para trader kini fokus memantau data ekonomi mendatang dan komentar pejabat untuk arah pergerakan lebih lanjut, dengan potensi kelanjutan strategi carry trade.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Euro Mendatar Dolar AS: Fokus Pasar Beralih dari Kebijakan Hawkish Artikel Lama → Dolar Selandia Baru Melemah: The Fed Hawkish Picu USD Menguat

Postingan Lainya