Analisis USD JPY: Tembus Tertinggi 11 Bulan, Ini Penyebabnya

Dipublikasikan pada: 20 November 2025

Analisis USD JPY: Tembus Tertinggi 11 Bulan, Ini Penyebabnya
<a href="https://ea.chaosinlife.com" target="_blank" rel="nofollow noopener">USD/JPY</a> Capai Level Tertinggi Sebelas Bulan di Tengah Tekanan Yen dan Data Pekerjaan AS yang Beragam

USD/JPY Capai Level Tertinggi Sebelas Bulan di Tengah Tekanan Yen dan Data Pekerjaan AS yang Beragam

Pasangan mata uang USD/JPY baru-baru ini menembus level tertinggi dalam sebelas bulan terakhir, mencerminkan kombinasi tekanan pada mata uang Yen Jepang dan data pekerjaan Amerika Serikat yang beragam namun tetap memberikan dukungan bagi Dolar AS. Kenaikan signifikan ini terjadi saat pelaku pasar mencerna perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan, serta implikasi dari rilis data ekonomi terbaru.

Yen Tertekan: Kebijakan BoJ dan Diferensial Suku Bunga

Yen Jepang terus menghadapi tekanan jual yang signifikan. Bank of Japan (BoJ) tetap berkomitmen pada kebijakan moneter ultra-longgar, bahkan ketika bank sentral utama lainnya telah menaikkan suku bunga secara agresif. Gubernur BoJ Kazuo Ueda berulang kali menekankan bahwa bank masih jauh dari mencapai target inflasi 2% secara stabil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, BoJ mempertahankan suku bunga negatif serta program kontrol kurva imbal hasil (YCC).

Perbedaan suku bunga yang melebar antara Jepang dan Amerika Serikat menjadi pendorong utama pelemahan Yen. Investor mencari imbal hasil lebih tinggi di aset berdenominasi Dolar. Mereka menjual Yen untuk membeli Dolar AS. Langkah ini menciptakan aliran modal keluar dari Jepang, memperburuk tekanan deflasi pada Yen. Sentimen pasar saat ini mengindikasikan bahwa BoJ kemungkinan akan menjadi salah satu bank sentral terakhir yang melakukan pengetatan moneter. Kondisi ini menjaga Yen tetap rentan terhadap pelemahan lebih lanjut.

Data Pekerjaan AS yang Beragam Mendorong USD/JPY Mencapai Level Tertinggi

Sementara itu, data pekerjaan AS yang baru dirilis menunjukkan gambaran yang beragam. Namun, secara keseluruhan data tersebut tetap cukup kuat untuk mempertahankan prospek Dolar AS. Laporan non-farm payrolls (NFP) terbaru menunjukkan penambahan pekerjaan yang sedikit lebih rendah dari perkiraan. Kendati demikian, tingkat pengangguran tetap rendah dan pertumbuhan upah per jam masih menunjukkan tren kenaikan.

Angka-angka ini memberikan sinyal campur aduk kepada Federal Reserve. Meskipun ada beberapa tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, data tersebut belum cukup meyakinkan untuk mengubah sikap hawkish The Fed secara drastis. Pasar masih mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun. Ekspektasi ini mendukung penguatan Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Yen. Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga turut menopang Dolar, memperlebar lagi selisih imbal hasil dengan obligasi Jepang.

Prospek Pasar dan Tingkat Kunci USD/JPY

Dengan USD/JPY kini melayang di sekitar level tertingginya dalam sebelas bulan, perhatian pasar beralih ke potensi intervensi dari otoritas Jepang. Meskipun belum ada tindakan nyata, peringatan verbal dari pejabat keuangan Jepang mulai menguat. Pelaku pasar sering kali menganggap level di atas 150.00 sebagai ambang batas psikologis yang dapat memicu kekhawatiran intervensi. Namun, efektivitas intervensi tanpa perubahan kebijakan BoJ yang substansial masih diragukan pasar.

Secara teknis, pasangan mata uang ini menunjukkan momentum bullish yang kuat. Level resistensi berikutnya kemungkinan akan diuji di sekitar 152.00. Investor akan terus memantau setiap komentar dari The Fed maupun BoJ, serta rilis data ekonomi penting yang akan datang. Pergerakan imbal hasil obligasi AS juga akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah USD/JPY selanjutnya.

Kesimpulan

Kenaikan USD/JPY ke level tertinggi 11 bulan didorong oleh perbedaan kebijakan moneter antara BoJ yang ultra-longgar dan data pekerjaan AS yang mendukung Dolar. Investor perlu mencermati potensi intervensi Jepang serta rilis data ekonomi dan komentar bank sentral untuk arah pergerakan selanjutnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru GBP/USD Harapan Pemangkasan: NFP Kuat Justru Lemahkan Dolar AS Artikel Lama → Dinamika Pasar Properti AS: Penjualan Naik Tipis, Pasokan Turun

Postingan Lainya