Analisis USD/JPY: Ketahanan Dolar Menuju 158.00 Meski Data AS Lemah
Dipublikasikan pada: 06 March 2026
Pasangan mata uang USD/JPY kembali menunjukkan ketahanan luar biasa, dengan harga saat ini siap menguji level kunci 158.00 meskipun data ketenagakerjaan AS baru-baru ini menunjukkan pelemahan. Kekuatan Dolar AS terhadap Yen Jepang tetap menjadi sorotan utama pasar, menantang ekspektasi penurunan menyusul laporan pekerjaan yang lebih lunak dari perkiraan. Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat pergerakan harga di sekitar level psikologis ini, mencari petunjuk arah selanjutnya.
Ketahanan USD/JPY Menuju 158.00 di Tengah Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah
Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang dirilis baru-baru ini menunjukkan perlambatan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja, jauh di bawah konsensus pasar. Angka pengangguran sedikit naik, sementara pertumbuhan upah juga melambat. Secara tradisional, data semacam ini seharusnya menekan Dolar AS karena mengindikasikan potensi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Namun, efeknya terhadap USD/JPY terbukti terbatas. Sebaliknya, pasangan ini justru menemukan pijakan kuat, terus menanjak mendekati ambang batas 158.00.
Analis pasar menyimpulkan bahwa meskipun data tenaga kerja melemah, pasar belum sepenuhnya meyakini bahwa The Fed akan segera melakukan pemotongan suku bunga secara agresif. Inflasi inti AS masih menunjukkan ketahanan, menopang narasi "higher for longer" The Fed. Dengan demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menarik dibandingkan dengan Jepang, menjadi pendorong utama kekuatan Dolar.
Perbedaan Imbal Hasil dan Kebijakan Moneter Menopang Dolar
Perbedaan imbal hasil obligasi AS dan Jepang tetap menjadi faktor dominan yang menopang USD/JPY. Suku bunga acuan Federal Reserve saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga Bank of Japan (BoJ), yang baru saja keluar dari kebijakan suku bunga negatif dengan kenaikan minimal. BoJ sendiri belum memberikan sinyal kuat untuk pengetatan moneter lebih lanjut dalam waktu dekat, membuat Yen relatif tidak menarik di mata investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi.
Selain itu, meskipun ada ancaman intervensi mata uang dari otoritas Jepang, pasar tampak berani menguji batas kesabaran mereka. Intervensi sebelumnya sering terjadi di sekitar level 160.00, memberikan ruang gerak bagi USD/JPY untuk bergerak naik mendekati ambang batas tersebut. Kurangnya komentar intervensi yang kuat dari pejabat Jepang di level saat ini juga memberikan dorongan bagi sentimen bullish pada pasangan ini.
Prospek Teknis: Uji Coba Level Kritis 158.00
Secara teknis, level 158.00 merupakan ambang batas resistensi penting bagi USD/JPY. Jika pasangan ini berhasil menembus dan bertahan di atas level ini, momentum kenaikan selanjutnya dapat terbuka, menargetkan level 158.50 atau bahkan kembali ke puncak tahunan di sekitar 160.00. Indikator momentum menunjukkan bahwa pembeli masih memegang kendali, meski RSI menunjukkan kondisi yang sedikit overbought.
Para trader akan memantau dengan cermat reaksi harga di sekitar 158.00. Penembusan yang meyakinkan akan memperkuat pandangan kenaikan, sementara kegagalan untuk menembus bisa memicu koreksi jangka pendek. Namun, dengan minimnya katalis kuat yang mendukung pelemahan Yen secara substansial dari sisi domestik Jepang, sentimen keseluruhan tetap condong ke arah kenaikan Dolar terhadap Yen.
Kesimpulan
USD/JPY menunjukkan ketahanan kuat, mendekati level 158.00, meskipun data ketenagakerjaan AS melemah. Perbedaan imbal hasil obligasi AS-Jepang dan narasi The Fed "higher for longer" menjadi pendorong utama. Trader perlu memantau reaksi harga di 158.00 sebagai penentu arah selanjutnya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com