AUD/JPY steadies near 109.50 following China’s PMI, Japan’s CPI data

Dipublikasikan pada: 31 March 2026

AUD/JPY steadies near 109.50 following China’s PMI, Japan’s CPI data

Pasangan mata uang AUD/JPY menunjukkan stabilitas di sekitar level 109.50. Pergerakan ini terjadi setelah rilis data ekonomi penting dari Tiongkok dan Jepang. Data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Tiongkok dan Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang baru-baru ini mempengaruhi sentimen pasar. Namun, AUD/JPY berhasil bertahan. Ini menandakan adanya keseimbangan kekuatan antara kedua mata uang.

Dampak Data PMI Tiongkok terhadap Dolar Australia

Tiongkok, sebagai mitra dagang terbesar Australia, sangat memengaruhi kinerja Dolar Australia (AUD). Laporan PMI Tiongkok menjadi barometer vital kesehatan ekonomi regional. Data PMI Manufaktur Caixin Tiongkok menunjukkan angka 51.7. Angka ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi sektor manufaktur. Hasil positif ini biasanya memberikan dukungan bagi AUD. Investor melihatnya sebagai sinyal potensi peningkatan permintaan komoditas. Meski demikian, respons AUD cenderung terbatas. Hal ini menunjukkan kewaspadaan pasar terhadap prospek pertumbuhan Tiongkok secara keseluruhan. Sentimen pasar global juga turut memengaruhi pergerakan.

Reaksi Yen Jepang Pasca Rilis Indeks Harga Konsumen

Dari sisi Jepang, perhatian tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) nasional. Data ini dirilis baru-baru ini. CPI inti nasional Jepang naik 2.5% secara tahunan pada April. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi 2.6%. Angka tersebut juga menunjukkan perlambatan dari 2.6% di bulan sebelumnya. Meskipun inflasi masih di atas target Bank of Japan (BOJ) 2%, tren penurunan memicu spekulasi. Spekulasi ini tentang penundaan kenaikan suku bunga BOJ berikutnya. Yen Jepang (JPY) biasanya melemah ketika prospek kebijakan moneter ketat mereda. Data inflasi ini memberikan tekanan. Para pelaku pasar menganalisis setiap detail laporan CPI. Mereka mencari petunjuk arah kebijakan BOJ di masa depan.

AUD/JPY Bertahan di Sekitar 109.50: Analisis Lintas Data

Pasangan AUD/JPY berhasil bertahan dekat 109.50. Ini menunjukkan keseimbangan antara kekuatan yang mendorong AUD naik dan JPY turun. Data PMI Tiongkok memberikan dorongan positif bagi AUD. Hal ini didorong oleh harapan akan permintaan komoditas. Namun, data CPI Jepang yang sedikit melambat meredam tekanan terhadap JPY. Spekulasi mengenai penundaan kenaikan suku bunga BOJ berlanjut. Akibatnya, terjadi konsolidasi harga. Pasar mencerna kedua rilis data penting ini secara bersamaan. Para pelaku pasar tampaknya menganggap dampaknya seimbang untuk saat ini. Level 109.50 kini menjadi titik krusial. Pergerakan di atasnya dapat mengindikasikan pengujian ulang level resistensi di sekitar 110.00. Sementara itu, penurunan di bawahnya mungkin membuka jalan menuju support di 109.00 atau bahkan 108.50.

Selain data ekonomi tersebut, faktor eksternal lainnya juga memengaruhi dinamika AUD/JPY. Sentimen risiko global terus menjadi penentu penting. Fluktuasi harga komoditas, terutama bijih besi, juga memberikan pengaruh besar pada AUD. Kebijakan moneter dari bank sentral utama, seperti Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa, turut membentuk lanskap pasar. Pernyataan dari para pejabat bank sentral akan memberikan arahan lebih lanjut. Para analis mencatat volatilitas dapat meningkat kapan saja. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada terhadap berita-berita ekonomi mendatang serta perubahan kondisi pasar secara menyeluruh.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Asian stock markets bleed as Trump calls for peace with Iran without Hormuz reopening Artikel Lama → India Gold price today: Gold rises, according to FXStreet data

Postingan Lainya