AUD/JPY Tertekan: BoJ Hawkish, RBA Moderat Dorong Pelemahan
Dipublikasikan pada: 24 December 2025
AUD/JPY tetap tertekan di dekat level menengah 104.00-an, bertahan di bawah puncak tahun berjalan (YTD) karena Yen Jepang (JPY) terus mendapatkan keuntungan signifikan dari sikap Bank of Japan (BoJ) yang semakin hawkish. Pasangan mata uang ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, dengan kebijakan moneter divergensi menjadi pendorong utama pergerakannya.
Kebijakan BoJ yang Hawkish Menopang Kekuatan JPY
Bank of Japan baru-baru ini memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai pengetatan kebijakan moneter, memicu ekspektasi pengurangan stimulus dalam waktu dekat. Spekulasi mengenai pengurangan pembelian obligasi atau bahkan kenaikan suku bunga tambahan telah meningkatkan daya tarik JPY secara signifikan. Gubernur BoJ Kazuo Ueda, dalam beberapa kesempatan, menekankan perlunya mempertimbangkan penyesuaian kebijakan jika target inflasi sebesar 2% tercapai secara stabil dan berkelanjutan. Angka inflasi konsumen Jepang yang persisten di atas target ini selama berbulan-bulan memperkuat narasi tersebut. Pernyataan ini kontras tajam dengan sikap ultra-longgar BoJ selama bertahun-tahun, secara signifikan memengaruhi sentimen pasar terhadap Yen. Investor kini memproyeksikan BoJ akan menjadi bank sentral G10 terakhir yang keluar dari suku bunga negatif, memberikan dorongan substansial bagi mata uang Jepang dan menekan pasangan AUD/JPY.
Faktor-faktor yang Menekan Dolar Australia
Di sisi lain, Dolar Australia (AUD) menghadapi serangkaian tantangan yang membatasi potensi kenaikannya. Sentimen risiko global yang cenderung berhati-hati, ditambah dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi di Tiongkok – mitra dagang terbesar Australia – membebani AUD. Pergerakan harga komoditas utama, seperti bijih besi, juga memberikan sedikit dukungan. Data ekonomi Australia yang dirilis baru-baru ini, seperti tingkat pengangguran yang sedikit meningkat atau pertumbuhan PDB yang moderat, tidak memberikan dukungan kuat bagi prospek AUD. Selain itu, pasar telah mencerna potensi Bank Sentral Australia (RBA) yang mungkin tidak sehawkish sebelumnya. Komentar dari pejabat RBA menunjukkan kehati-hatian dalam menaikkan suku bunga lebih lanjut, terutama jika inflasi menunjukkan tanda-tanda pelonggaran yang berkelanjutan. Ekspektasi suku bunga yang kurang agresif dari RBA melemahkan daya tarik AUD relatif terhadap JPY yang semakin kuat dalam lingkungan kebijakan moneter yang divergen.
AUD/JPY Terus Tertekan di Bawah Puncak YTD: Analisis Teknis dan Fundamental
Secara teknis, pasangan AUD/JPY berjuang untuk menembus level resistensi penting, dengan konsolidasi yang jelas di sekitar level 104.50. Ini menunjukkan keengganan pembeli untuk mendorong harga lebih tinggi, terutama dengan adanya tekanan jual yang konsisten yang bersumber dari penguatan JPY. Puncak tahun berjalan (YTD) di atas 105.00 kini bertindak sebagai level resistensi psikologis dan teknis yang kuat, yang sulit ditembus. Jika tekanan dari kebijakan BoJ yang hawkish terus berlanjut, AUD/JPY berisiko menguji level support yang lebih rendah, mungkin menuju area 103.50 atau bahkan 103.00, yang merupakan level penting dari pergerakan sebelumnya. Secara fundamental, perbedaan jalur kebijakan moneter antara BoJ yang semakin hawkish dan RBA yang berpotensi lebih moderat akan tetap menjadi faktor dominan yang membentuk arah pasangan ini. Trader cermat memantau rilis data ekonomi dari kedua negara, termasuk laporan inflasi dan pasar tenaga kerja, serta setiap komentar dari pejabat bank sentral, untuk petunjuk arah selanjutnya. Kelanjutan narasi BoJ yang hawkish versus RBA yang berpotensi lebih moderat kemungkinan akan mempertahankan AUD/JPY dalam tren bearish jangka pendek hingga menengah, menjaga pasangan ini tetap tertekan.
Kesimpulan
Perbedaan kebijakan moneter antara BoJ yang semakin hawkish dan RBA yang berhati-hati diproyeksikan akan terus menekan pasangan AUD/JPY. Trader disarankan untuk memantau data ekonomi dan pernyataan bank sentral untuk mengidentifikasi arah pergerakan selanjutnya, dengan potensi tren bearish jangka pendek hingga menengah.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com