AUD/USD Price Forecast: Bearish bias persists below 0.7000

Dipublikasikan pada: 03 July 2026

AUD/USD Price Forecast: Bearish bias persists below 0.7000

Prakiraan Harga AUD/USD: Bias Bearish Bertahan di Bawah 0.7000

Analisis pasar terbaru mengindikasikan bahwa pasangan mata uang AUD/USD terus menghadapi tekanan jual signifikan. Prakiraan harga AUD/USD menunjukkan bias bearish yang persisten, terutama selama pasangan ini diperdagangkan di bawah level psikologis krusial 0.7000. Para investor dan trader kini memantau dengan cermat pergerakan harga untuk mengidentifikasi potensi penembusan lebih lanjut atau, sebaliknya, pembalikan.

Prakiraan Teknis AUD/USD: Level Kritis dan Resistensi 0.7000

Secara teknis, AUD/USD kesulitan menembus di atas level 0.7000. Level ini kini berfungsi sebagai zona resistensi kunci. Pergerakan harga di bawah rata-rata pergerakan utama, seperti 50-hari dan 100-hari SMA, semakin memperkuat sentimen negatif. Indikator momentum juga mendukung pandangan bearish. Misalnya, Relative Strength Index (RSI) tetap berada di bawah level 50, menandakan dominasi penjual di pasar. Oleh karena itu, kegagalan untuk menembus dan bertahan di atas 0.7000 secara meyakinkan akan mempertahankan tekanan jual.

Selain itu, level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di sekitar 0.6900. Penembusan di bawah level ini kemungkinan akan membuka jalan bagi pengujian support yang lebih rendah, yaitu di sekitar 0.6850 dan bahkan 0.6800. Trader harus berhati-hati terhadap sinyal teknis yang mengkonfirmasi kelanjutan tren turun.

Faktor Fundamental Mendorong Penurunan AUD/USD

Beberapa faktor fundamental turut berkontribusi pada pelemahan Dolar Australia. Bank Sentral Australia (RBA) dan Federal Reserve (The Fed) memiliki jalur kebijakan moneter yang berbeda. The Fed cenderung lebih agresif dalam menaikkan suku bunga. Sebaliknya, RBA mungkin menunjukkan sikap yang lebih hati-hati. Perbedaan ini membuat Dolar AS lebih menarik bagi investor yang mencari yield lebih tinggi.

Di sisi lain, harga komoditas global, terutama bijih besi dan batu bara, menunjukkan fluktuasi. Australia adalah pengekspor komoditas utama. Penurunan harga komoditas dapat berdampak negatif pada prospek ekonomi Australia. Selain itu, kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di Tiongkok juga membebani AUD. Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Australia. Oleh karena itu, data ekonomi Tiongkok yang lemah seringkali langsung menekan Dolar Australia.

Prospek Jangka Pendek AUD/USD: Potensi Penurunan Lanjutan

Mengingat sentimen bearish yang kuat, prospek jangka pendek untuk AUD/USD tetap cenderung negatif. Kegagalan untuk menembus di atas resistensi 0.7000 akan terus mendorong harga ke bawah. Penembusan level support penting di 0.6900 dapat memicu gelombang penjualan baru. Hal ini berpotensi membawa pasangan mata uang ini menuju target 0.6850, bahkan lebih rendah. Namun demikian, perlu dicatat bahwa pembalikan sentimen global atau kejutan data ekonomi domestik dapat mengubah arah pergerakan harga. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi penting.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Australian Dollar weakens after trade deficit, Japanese Yen lifted by intervention risks Artikel Lama → Thailand: Narrow rebound, steady BoT rate – UOB

Postingan Lainya