British Pound: Break below 1.35 shifts focus lower against US Dollar – Scotiabank

Dipublikasikan pada: 03 September 2026

British Pound: Break below 1.35 shifts focus lower against US Dollar – Scotiabank
Pound Sterling: Penembusan di Bawah 1.35 Menggeser Fokus Lebih Rendah Terhadap Dolar AS – Scotiabank

Pound Sterling: Penembusan di Bawah 1.35 Menggeser Fokus Lebih Rendah Terhadap Dolar AS – Scotiabank

Mata uang Pound Sterling Inggris (GBP) baru-baru ini menghadapi tekanan jual yang signifikan. GBP menembus level kunci 1.35 terhadap Dolar AS (USD). Penembusan ini memicu analisis dari Scotiabank, yang mengindikasikan bahwa fokus pasar kini bergeser lebih rendah bagi pasangan mata uang GBP/USD. Analisis tersebut menandai potensi pergeseran sentimen pasar yang signifikan dan memerlukan perhatian dari para investor.

Implikasi Penembusan Level 1.35 pada GBP/USD Menurut Scotiabank

Analisis dari Scotiabank menyoroti pentingnya level 1.35 sebagai ambang batas teknis dan psikologis. Sebelumnya, level ini sering berfungsi sebagai support yang kuat bagi GBP/USD. Kini, dengan harga bergerak tegas di bawahnya, level 1.35 berpotensi berubah menjadi resistensi yang kuat. Para analis di Scotiabank memperkirakan bahwa pergerakan harga ini membuka jalan bagi pengujian level support selanjutnya.

Mereka menekankan bahwa momentum bearish cenderung menguat setelah penembusan support kunci semacam ini. Oleh karena itu, investor dan trader perlu mewaspadai potensi penurunan lebih lanjut. Scotiabank mengidentifikasi target support berikutnya yang lebih rendah. Ini menggarisbawahi pandangan mereka terhadap tren bearish yang sedang berlangsung di pasar.

Faktor-Faktor Pendorong Pelemahan Pound Sterling

Pelemahan Pound Sterling tidak terlepas dari kombinasi faktor ekonomi dan sentimen pasar yang kompleks. Data ekonomi Inggris belakangan ini menampilkan gambaran yang beragam. Kita melihat kekhawatiran inflasi yang persisten di satu sisi, namun pertumbuhan ekonomi yang melambat di sisi lain. Bank of England (BoE) berada dalam posisi dilematis. Mereka harus menyeimbangkan antara memerangi inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang rentan.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik atau perkembangan politik domestik juga dapat membebani GBP. Divergensi kebijakan moneter antara BoE dan Federal Reserve AS (The Fed) juga berperan penting. Jika The Fed mengambil sikap yang lebih hawkish dibandingkan BoE, minat terhadap USD akan meningkat. Hal ini tentu saja menekan pasangan GBP/USD lebih jauh. Permintaan dolar yang kuat secara keseluruhan, didorong oleh statusnya sebagai aset safe haven dan prospek kenaikan suku bunga AS, semakin memperburuk posisi Pound.

Prospek Teknis dan Level Kunci Selanjutnya bagi GBP/USD

Dari perspektif teknis, penembusan di bawah 1.35 merupakan sinyal bearish yang kuat dan jelas. Para trader kini akan mencari konfirmasi pada penutupan harian atau mingguan di bawah level ini. Level support berikutnya yang sering disebutkan oleh para analis teknis berada di sekitar 1.34 dan bahkan 1.33. Jika level-level ini juga ditembus, tekanan jual bisa semakin intensif.

Namun demikian, untuk membatalkan bias bearish ini, GBP/USD perlu kembali menembus dan bertahan di atas 1.35. Hal ini akan membutuhkan katalisator yang kuat. Contohnya, data ekonomi Inggris yang jauh lebih baik dari perkiraan atau perubahan mendadak dalam prospek kebijakan BoE. Saat ini, sentimen pasar secara dominan condong ke arah pelemahan lebih lanjut.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Pendapatan Azure: Transparansi Baru Microsoft untuk Investor Artikel Lama → GBP/JPY Price Forecast: Sellers eye 214.00 after SMA break

Postingan Lainya