British Pound buckles as DXY nears 102 on US jobs, factory strength

Dipublikasikan pada: 02 October 2026

British Pound buckles as DXY nears 102 on US jobs, factory strength

Poundsterling Inggris (GBP) menunjukkan pelemahan signifikan di pasar mata uang global. Penurunan ini terjadi seiring indeks Dolar AS (DXY) mendekati level krusial 102, didorong oleh data ketenagakerjaan dan kekuatan sektor manufaktur Amerika Serikat yang mengesankan. Pasar kini mencermati divergensi ekonomi dan kebijakan moneter antara AS dan Inggris, yang berdampak langsung pada pergerakan GBP/USD.

Kekuatan Dolar AS Mendorong DXY Dekati 102

Indeks Dolar AS (DXY) mengalami kenaikan tajam baru-baru ini. Kenaikan ini dipicu oleh rilis data ekonomi AS yang menunjukkan resiliensi luar biasa. Laporan ketenagakerjaan terbaru, khususnya data Non-Farm Payrolls, jauh melampaui ekspektasi. Angka-angka tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Tingkat pengangguran bertahan pada level rendah historis, sementara pertumbuhan upah tetap solid. Kondisi pasar tenaga kerja yang ketat ini seringkali menjadi sinyal inflasi yang persisten, sehingga meningkatkan prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama dari Federal Reserve.

Selain data pekerjaan, sektor manufaktur AS juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur menunjukkan ekspansi, mengindikasikan peningkatan aktivitas di pabrik-pabrik. Data ini memberikan keyakinan baru terhadap ketahanan ekonomi AS. Investor melihat Amerika Serikat sebagai tempat investasi yang lebih menarik. Hal ini mendorong permintaan akan Dolar AS, memperkuat posisinya terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Poundsterling.

Poundsterling Inggris Tertekan di Tengah Prospek Ekonomi Global

Poundsterling Inggris merasakan tekanan jual yang intens. Ini terjadi saat investor mengalihkan fokus ke aset-aset yang diukur dalam Dolar AS. Perbedaan fundamental ekonomi antara AS dan Inggris semakin melebar. Sementara AS menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan kuat, Inggris menghadapi tantangan. Inflasi tetap tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi melambat. Prospek Bank of England (BoE) terkait kebijakan moneter juga berperan. Pasar mengantisipasi BoE mungkin tidak se-agresif The Fed dalam mempertahankan suku bunga tinggi. Ini membuat Poundsterling kurang menarik dibandingkan Dolar.

Selain itu, kekhawatiran geopolitik global juga memengaruhi sentimen pasar. Investor mencari tempat berlindung aman dalam bentuk Dolar AS. Kondisi ini secara tidak langsung menekan mata uang berisiko seperti Poundsterling. Pergerakan GBP/USD mencerminkan tekanan ini. Pasangan mata uang tersebut saat ini diperdagangkan pada level rendah multi-bulan. Volume perdagangan juga menunjukkan peningkatan minat jual.

Implikasi Divergensi Kebijakan Moneter

Divergensi kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of England menjadi faktor utama. The Fed cenderung mempertahankan sikap hawkish. Mereka bertekad untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Data ekonomi AS yang kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk tetap konservatif. Sementara itu, BoE menghadapi dilema berbeda. Mereka harus menyeimbangkan antara memerangi inflasi tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lesu. Ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga kedua bank sentral tersebut kini berbeda signifikan.

Ketidakpastian seputar langkah BoE berikutnya menambah volatilitas Poundsterling. Jika BoE mengisyaratkan perlambatan kenaikan suku bunga atau bahkan potensi pemotongan lebih awal, GBP bisa terus melemah. Sebaliknya, jika The Fed mempertahankan narasi "suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama", Dolar AS akan terus mendapatkan dukungan. Trader dan analis pasar terus memantau pernyataan dari pejabat bank sentral. Mereka juga menunggu rilis data ekonomi penting dari kedua negara untuk mendapatkan petunjuk arah selanjutnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru US may send third aircraft carrier and 10,000 troops to Middle East Artikel Lama → One of our most recent defensive buys cleared a hurdle and its stock jumped

Postingan Lainya