British Pound eases against Yen after hitting highest level since 2007

Dipublikasikan pada: 17 July 2026

British Pound eases against Yen after hitting highest level since 2007
Pound Inggris Melemah Terhadap Yen Setelah Mencapai Level Tertinggi Sejak 2007

Pound Inggris Melemah Terhadap Yen Setelah Mencapai Level Tertinggi Sejak 2007

Pound Inggris (GBP) mengalami pelemahan tipis terhadap Yen Jepang (JPY) dalam sesi perdagangan terbaru. Pergerakan ini terjadi menyusul kenaikan signifikan yang membawa pasangan mata uang GBP/JPY mencapai level tertinggi sejak tahun 2007. Pelemahan ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah rally panjang, serta respons pasar terhadap dinamika ekonomi dan kebijakan moneter terkini dari kedua negara.

Perjalanan GBP/JPY Menuju Puncak Dua Dekade

Sebelum pelemahan ini, Pound Inggris telah menunjukkan kekuatan luar biasa terhadap Yen Jepang selama beberapa waktu. Dorongan utama di balik apresiasi ini adalah perbedaan suku bunga yang mencolok antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ). Secara spesifik, BoE secara agresif menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi tinggi di Inggris. Sementara itu, BoJ tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar dan suku bunga negatif demi menopang pertumbuhan ekonomi Jepang yang lesu. Disparitas kebijakan ini membuat aset-aset berdenominasi GBP lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi. Akibatnya, arus modal masuk ke Inggris meningkat, memperkuat Pound.

Analisis Pelemahan Pound Inggris Melawan Yen Jepang Pasca Reli

Pelemahan terbaru GBP terhadap JPY dapat dianalisis dari beberapa sudut pandang. Pertama, ini merupakan fenomena alami 'koreksi pasar' atau 'aksi ambil untung' (profit-taking) setelah kenaikan substansial. Investor yang telah menikmati keuntungan besar dari apresiasi GBP/JPY cenderung merealisasikan keuntungan mereka, menyebabkan tekanan jual sementara di pasar. Kedua, muncul potensi spekulasi pasar mengenai prospek kebijakan moneter ke depan. Meskipun BoE tetap menunjukkan sikap hawkish, kekhawatiran tentang potensi resesi global atau perlambatan ekonomi Inggris dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, meskipun BoJ belum mengubah sikapnya, setiap isyarat, sekecil apa pun, tentang potensi penyesuaian kebijakan di masa depan dapat memberikan sedikit dukungan pada Yen, memicu spekulasi perubahan arah.

Data ekonomi terbaru dari Inggris, termasuk laporan inflasi dan pertumbuhan PDB, akan terus menjadi perhatian utama. Jika data menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi yang lebih signifikan dari perkiraan, hal ini dapat melemahkan argumen pengetatan moneter lebih lanjut oleh BoE, dan pada gilirannya menekan GBP. Sebaliknya, di Jepang, meskipun BoJ secara konsisten menekankan perlunya mempertahankan kebijakan akomodatif, setiap peningkatan tak terduga dalam inflasi inti atau tekanan upah dapat memicu spekulasi pasar. Spekulasi ini terkait waktu dan sifat perubahan kebijakan di masa depan. Sentimen risiko global juga berperan penting; dalam lingkungan 'risk-off', Yen seringkali diuntungkan sebagai mata uang safe-haven. Kondisi ini dapat mempercepat pelemahan GBP/JPY.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Seven & i shares jump 3% on report of stake talks with Polish convenience chain Zabka Artikel Lama → Penguatan Dolar Singapura: Analisis UOB Terhadap USD & Prospek

Postingan Lainya