British Pound: Firmer ground with BoE hike risk – ING
Dipublikasikan pada: 13 October 2026
Poundsterling Inggris (GBP) menunjukkan pijakan yang lebih kokoh di pasar valuta asing, didorong oleh ekspektasi pasar akan potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Analisis terbaru dari ING menyoroti risiko kenaikan suku bunga BoE sebagai pendorong utama penguatan mata uang Britania ini, memberikan gambaran optimistis di tengah volatilitas global.
Para analis ING melihat adanya pergeseran sentimen di sekitar GBP. Mereka meyakini bahwa pasar mulai mengapresiasi kemungkinan BoE akan mengambil tindakan lebih agresif dalam memerangi inflasi yang masih tinggi. Prospek ini mendukung penguatan Poundsterling, menempatkannya pada posisi yang relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Poundsterling Inggris: Pijakan Lebih Kokoh Berkat Risiko Kenaikan Suku Bunga BoE
Meskipun data inflasi Inggris menunjukkan sedikit penurunan, angka inflasi inti tetap menjadi perhatian serius bagi Bank of England. Tekanan inflasi yang persisten, terutama dari sektor jasa dan pertumbuhan upah, mengindikasikan bahwa BoE mungkin belum selesai dengan siklus pengetatan kebijakannya. Oleh karena itu, pasar mulai mengantisipasi satu atau dua kenaikan suku bunga lagi sebelum BoE mempertimbangkan untuk menahan diri.
Sinyal dari anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE juga cenderung mendukung narasi hawkish. Beberapa pejabat telah menyatakan keprihatinan mereka tentang resistensi inflasi, menegaskan komitmen bank sentral untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Sikap ini memberikan dukungan fundamental bagi GBP, karena suku bunga yang lebih tinggi umumnya menarik investasi asing dan meningkatkan nilai mata uang.
Analisis ING: Mengapa BoE Mungkin Terus Mendongkrak Suku Bunga
ING menyoroti bahwa faktor-faktor domestik di Inggris masih menuntut respons kebijakan moneter yang ketat. Pasar tenaga kerja yang ketat, dengan tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan upah yang kuat, terus memicu tekanan inflasi. Kondisi ini membuat BoE berada dalam posisi yang sulit; mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk mengendalikan inflasi dengan risiko melambatkan pertumbuhan ekonomi secara berlebihan.
Di samping itu, perbandingan dengan bank sentral utama lainnya juga menjadi relevan. Sementara Federal Reserve AS dan European Central Bank (ECB) mungkin mendekati puncak siklus kenaikan suku bunga mereka, BoE diperkirakan masih memiliki ruang untuk bertindak. Perbedaan dalam lintasan kebijakan ini membuat GBP relatif lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi.
Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Investor GBP
Investor yang memantau pergerakan Poundsterling harus terus mencermati data ekonomi kunci dari Inggris. Data inflasi berikutnya, laporan pasar tenaga kerja, dan angka pertumbuhan PDB akan sangat krusial. Pernyataan dari Gubernur BoE Andrew Bailey atau anggota MPC lainnya juga dapat memicu pergerakan pasar yang signifikan. Selain itu, perkembangan politik domestik dan hubungan perdagangan pasca-Brexit juga tetap menjadi latar belakang yang penting bagi prospek GBP.
Pergerakan global, seperti prospek ekonomi di zona euro dan AS, serta sentimen risiko global secara keseluruhan, akan terus memengaruhi Poundsterling. Meskipun demikian, fokus utama saat ini tetap pada kebijakan moneter BoE yang cenderung hawkish, memberikan pijakan yang lebih kokoh bagi mata uang Inggris ini.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com