British Pound: Mild downside bias against US Dollar - UOB

Dipublikasikan pada: 09 October 2026

British Pound: Mild downside bias against US Dollar - UOB
Analisis UOB: Poundsterling Inggris Cenderung Melemah Moderat Terhadap Dolar AS

Analisis UOB: Poundsterling Inggris Cenderung Melemah Moderat Terhadap Dolar AS

Para analis strategi valuta asing di United Overseas Bank (UOB) baru-baru ini menyatakan pandangan mereka mengenai Poundsterling Inggris. Mereka menilai bahwa British Pound memiliki bias penurunan moderat terhadap Dolar AS, sebuah sentimen yang berpotensi memandu pergerakan pasangan mata uang GBP/USD dalam waktu dekat. Pandangan ini muncul di tengah sejumlah faktor ekonomi makro yang saling bersaing, serta perbedaan dalam prospek kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (The Fed).

Faktor-faktor Pendorong Bias Penurunan GBP/USD Menurut UOB

Beberapa faktor utama mendorong bias penurunan moderat Poundsterling. Pertama, data ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Inflasi tetap tinggi, namun pertumbuhan ekonomi menghadapi tantangan signifikan. Konsumen Inggris terus merasakan tekanan biaya hidup, yang pada gilirannya menekan belanja dan investasi. Kedua, perbandingan kebijakan moneter BoE dan The Fed sangat relevan. BoE telah mengisyaratkan potensi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga, sementara The Fed menunjukkan sikap "higher-for-longer" terkait suku bunga acuan. Perbedaan divergensi kebijakan ini memperkuat daya tarik Dolar AS.

Selain itu, sentimen risiko global juga berperan. Ketika pasar global menghadapi ketidakpastian, Dolar AS seringkali berfungsi sebagai aset safe-haven, menarik modal dari mata uang berisiko lebih tinggi seperti Poundsterling. Oleh karena itu, jika terjadi peningkatan volatilitas pasar atau kekhawatiran geopolitik, Dolar AS kemungkinan besar akan mendapatkan keuntungan.

Prospek Teknikal GBP/USD di Tengah Tekanan Penjualan Moderat

Dari sisi teknikal, UOB melihat adanya potensi tekanan jual moderat untuk pasangan GBP/USD. Level support krusial menjadi fokus perhatian para trader. Penembusan di bawah level-level support utama dapat memicu gelombang penjualan lebih lanjut, mempercepat pergerakan turun. Sebaliknya, level resistance terdekat perlu diuji untuk melihat apakah ada kekuatan beli yang cukup untuk membalikkan tren. Namun, saat ini, momentum tampak lebih condong ke sisi bawah.

Menurut analisis UOB, kemampuan Poundsterling untuk bertahan di atas level support psikologis tertentu akan sangat menentukan. Kegagalan untuk melakukannya bisa membuka jalan bagi pengujian level yang lebih rendah. Para analis juga mencatat bahwa setiap kenaikan (reli) kemungkinan besar akan menghadapi perlawanan yang signifikan, dengan penjual berpotensi masuk ke pasar pada level harga yang lebih tinggi. Kondisi ini menggambarkan sebuah pasar di mana pembeli ragu-ragu dan penjual lebih agresif mengambil posisi.

Data ekonomi yang akan datang dari Inggris, termasuk laporan inflasi dan angka PDB, akan menjadi penentu penting. Demikian pula, data pasar tenaga kerja AS dan inflasi CPI AS akan terus memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Fluktuasi data ini berpotensi menyebabkan pergerakan signifikan pada pasangan mata uang GBP/USD, sehingga para pelaku pasar perlu tetap waspada.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Analisis USD/CHF: UOB Prediksi Perdagangan Rentang, Ini Strateginya Artikel Lama → Harga Perak Hari Ini: Melonjak Didorong Safe-Haven & Industri

Postingan Lainya