British Pound: Overvaluation points to Euro recovery – ING

Dipublikasikan pada: 17 July 2026

British Pound: Overvaluation points to Euro recovery – ING

Menurut analisis terbaru dari ING, Pound Sterling (GBP) saat ini berada dalam kondisi terlampau mahal. Pandangan ini mengindikasikan bahwa posisi GBP yang tervaluasi berlebihan berpotensi membuka jalan bagi pemulihan Euro (EUR) terhadap mata uang Inggris tersebut. ING menyoroti berbagai faktor fundamental yang membentuk proyeksi ini, memberikan perspektif penting bagi para pelaku pasar dan investor yang memantau pergerakan pasangan mata uang EUR/GBP.

Analisis ING: Pound Sterling Tervaluasi Berlebihan

Para ekonom di ING berpendapat bahwa Pound Sterling saat ini diperdagangkan pada level yang tidak sejalan dengan fundamental ekonominya. Valuasi yang terlalu tinggi ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter agresif oleh Bank of England (BoE) dalam upaya mengendalikan inflasi yang tinggi di Inggris. Namun, ING menggarisbawahi bahwa sebagian besar pengetatan kebijakan tersebut kemungkinan besar telah diperhitungkan oleh pasar, membatasi ruang bagi apresiasi GBP lebih lanjut.

Salah satu indikator yang digunakan adalah defisit neraca berjalan Inggris yang persisten. Defisit ini memerlukan aliran masuk modal yang stabil untuk menopang GBP, namun dalam jangka panjang, defisit struktural sering kali memberikan tekanan depresiatif pada mata uang. Selain itu, perbandingan daya beli (Purchasing Power Parity - PPP) dan nilai tukar riil efektif (Real Effective Exchange Rate - REER) juga menunjukkan bahwa GBP berada di atas nilai wajar historisnya, memperkuat argumen valuasi yang terlampau tinggi dari ING.

Faktor Pendorong Potensial Pemulihan Euro

Di sisi lain, Euro dipandang memiliki potensi untuk menguat, didukung oleh beberapa faktor pendorong. ING mencatat bahwa Zona Euro menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, terutama dalam menghadapi krisis energi. Penurunan harga gas alam dan upaya diversifikasi pasokan energi telah meredakan beberapa kekhawatiran terbesar yang menekan EUR di masa lalu. Data ekonomi Zona Euro, seperti aktivitas manufaktur dan sektor jasa, mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi atau bahkan perbaikan.

Bank Sentral Eropa (ECB) juga telah mengambil sikap yang lebih hawkish dalam beberapa pertemuan terakhir. Meskipun kenaikan suku bunga ECB mungkin tidak seagresif BoE, narasi yang berkembang menunjukkan bahwa ECB berkomitmen penuh untuk mengatasi inflasi. Pergeseran sentimen ini dapat memberikan dukungan fundamental bagi Euro, terutama jika pasar mulai menilai ulang prospek pertumbuhan relatif antara Inggris dan Zona Euro.

Implikasi Valuasi GBP terhadap Dinamika EUR/GBP

Implikasi dari pandangan ING mengenai valuasi GBP yang terlampau tinggi dan potensi pemulihan Euro adalah prospek apresiasi pasangan mata uang EUR/GBP. Jika argumen valuasi ING terwujud, kita mungkin akan melihat EUR mulai menguat secara berkelanjutan terhadap GBP. Investor dapat beralih dari aset yang dianggap terlalu mahal ke aset yang memiliki ruang untuk apresiasi, seperti Euro.

Pergerakan ini tidak hanya dipicu oleh faktor valuasi semata, tetapi juga oleh perbedaan dalam prospek ekonomi dan kebijakan moneter ke depan. Sementara BoE mungkin mendekati puncak siklus pengetatan, ECB masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan. Pemantauan terhadap data inflasi, keputusan bank sentral, dan sentimen pasar global akan menjadi krusial dalam menentukan arah pasangan mata uang ini ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Swiss Franc: Intervention risk keeps Franc lagging – OCBC Artikel Lama → Reli Pound Sterling: TD Securities Peringatkan Potensi Koreksi

Postingan Lainya