British Pound: Poised to fall toward 1.3100 against US Dollar – BBH
Dipublikasikan pada: 14 June 2026
Pound Inggris: Berpotensi Jatuh Menuju 1.3100 Terhadap Dolar AS – BBH
Pound Inggris (GBP) berada dalam posisi rentan untuk mengalami penurunan signifikan terhadap Dolar AS (USD), dengan analis dari Brown Brothers Harriman (BBH) memproyeksikan target penurunan menuju level 1.3100. Prospek suram ini muncul di tengah divergensi ekspektasi kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (Fed), serta data ekonomi makro yang memberikan tekanan pada Sterling.
Divergensi Kebijakan Moneter Memberi Tekanan pada GBP
Sentimen pasar saat ini menunjukkan bahwa Bank of England kemungkinan besar akan mengambil pendekatan yang lebih dovish dibandingkan dengan Federal Reserve. Data inflasi di Inggris Raya telah menunjukkan tanda-tanda pendinginan, meskipun masih di atas target. Kondisi ini membuka ruang bagi BoE untuk mempertimbangkan jeda atau bahkan pemangkasan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, terutama jika pertumbuhan ekonomi terus melambat. Sebaliknya, ekonomi AS terus menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan pasar tenaga kerja yang solid dan inflasi yang tetap di atas target Fed. Ini memberikan sinyal bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan melakukan kenaikan tambahan jika diperlukan. Perbedaan prospek ini secara alami memperkuat daya tarik Dolar AS dan menekan nilai Pound Inggris.
Prospek GBP/USD: Target Penurunan Menuju 1.3100
Analisis BBH menyoroti bahwa level 1.3100 bukan sekadar angka arbitrer. Ini merupakan titik penting yang bisa dicapai jika tekanan bearish terhadap GBP/USD terus berlanjut. Secara teknis, pasangan mata uang ini telah berjuang untuk mempertahankan level support kunci sebelumnya. Pelanggaran level-level tersebut seringkali memicu pergerakan penurunan yang lebih cepat. Pasar saat ini mencermati retorika dari pejabat BoE yang menunjukkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Hal ini, dikombinasikan dengan narasi "higher-for-longer" dari Federal Reserve, menciptakan badai sempurna bagi penurunan nilai Pound. Para pedagang kini secara aktif menyesuaikan posisi mereka, mengantisipasi pergeseran momentum yang jelas menuju kekuatan Dolar.
Faktor Ekonomi Makro dan Sentimen Pasar yang Mendukung USD
Selain kebijakan bank sentral, faktor-faktor ekonomi makro juga berperan besar. Data PDB Inggris Raya baru-baru ini telah menunjukkan pertumbuhan yang melambat, bahkan mendekati stagnasi di beberapa sektor. Indeks manajer pembelian (PMI) juga memberikan gambaran yang kurang optimis tentang aktivitas manufaktur dan jasa. Di sisi lain, laporan pekerjaan AS yang kuat dan penjualan ritel yang solid terus menopang ekspektasi pasar terhadap ekonomi AS. Sentimen risiko global juga turut mempengaruhi. Dalam lingkungan ketidakpastian ekonomi global, Dolar AS seringkali berfungsi sebagai aset safe-haven yang diminati. Setiap ketegangan geopolitik atau kekhawatiran resesi global cenderung mendorong investor untuk beralih ke USD, memperburuk posisi Pound Inggris. Oleh karena itu, berbagai indikator ekonomi dan sentimen pasar secara kolektif mengarah pada potensi pelemahan lebih lanjut untuk GBP terhadap USD.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com