Dolar AS Melemah: Sentimen Pasar Membaik, Investor Hindari Safe-Haven
Dipublikasikan pada: 25 February 2026
Forex Hari Ini: Dolar AS Sulit Pertahankan Rebound Seiring Membaiknya Sentimen Pasar
Dolar AS (USD) kembali menunjukkan kelemahan pada sesi perdagangan hari ini, secara signifikan kesulitan untuk memperpanjang reboundnya seiring dengan membaiknya suasana pasar global. Kondisi ini mencerminkan pergeseran preferensi investor dari aset safe-haven menuju aset-aset yang lebih berisiko. Pelaku pasar cenderung optimis setelah serangkaian data ekonomi dan perkembangan geopolitik yang meredakan kekhawatiran resesi global, sehingga mengurangi daya tarik Dolar AS sebagai tempat berlindung.
Optimisme Global Meredakan Kebutuhan Akan Safe-Haven
Pendorong utama di balik membaiknya sentimen pasar adalah ekspektasi bahwa inflasi global akan terus mereda, memungkinkan bank sentral untuk mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pengetatan moneter. Selain itu, tanda-tanda ketahanan ekonomi di beberapa wilayah, terutama di Eropa, serta potensi stimulus dari Tiongkok, telah meningkatkan selera risiko. Para investor kini menaruh harapan pada 'soft landing' bagi ekonomi global, di mana inflasi dapat dikendalikan tanpa memicu resesi yang parah. Akibatnya, permintaan terhadap Dolar AS, yang secara tradisional menjadi pilihan utama di masa ketidakpastian, mulai berkurang.
Tekanan pada Dolar AS di Hadapan Mata Uang Utama Lainnya
Pergerakan Dolar AS hari ini terlihat melemah terhadap mayoritas mata uang utama. EUR/USD menunjukkan penguatan yang solid, dengan Euro mendapatkan momentum dari data aktivitas bisnis Zona Euro yang lebih baik dari perkiraan dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara itu, Yen Jepang (JPY) juga menguat seiring spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menormalisasi kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diperkirakan. Poundsterling Inggris (GBP) turut memanfaatkan sentimen risiko yang membaik, didukung oleh ekspektasi inflasi yang persisten di Inggris yang menuntut respon dari Bank of England (BoE). Oleh karena itu, indeks Dolar AS (DXY) terus bergerak di bawah level-level kunci, mengindikasikan tekanan jual yang berkelanjutan.
Pergulatan Dolar AS untuk Rebound Saat Sentimen Meningkat
Situasi saat ini menegaskan bahwa Dolar AS kesulitan untuk memperpanjang reboundnya seiring dengan membaiknya suasana pasar, meskipun ada upaya pemulihan sesaat di awal minggu. Investor semakin fokus pada indikator ekonomi yang menunjukkan pemulihan atau setidaknya stabilitas, yang pada gilirannya mengurangi kekhawatiran akan perlambatan ekonomi yang signifikan. Kondisi pasar yang 'risk-on' cenderung membuat modal bergerak keluar dari Amerika Serikat menuju pasar-pasar lain yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi atau aset yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan global. Selain itu, ketidakpastian seputar jalur kebijakan moneter Federal Reserve di masa depan, terutama setelah laju kenaikan suku bunga yang agresif sebelumnya, juga turut membebani Dolar AS. Pasar kini mencermati data ekonomi AS mendatang untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed, yang akan sangat menentukan pergerakan Dolar AS di jangka pendek hingga menengah.
Kesimpulan
Dolar AS terus melemah seiring membaiknya sentimen pasar global, mendorong investor beralih dari aset safe-haven menuju yang lebih berisiko. Kondisi ini menekan USD terhadap mata uang utama lainnya seperti EUR, JPY, dan GBP, dengan pasar menanti data ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com