Dolar AS Menguat: NFP Picu Penurunan GBP/USD & Tunda Suku Bunga Fed
Dipublikasikan pada: 10 January 2026
Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan Jumat, tergelincir di bawah level kunci 1.3450. Pergerakan harga ini didorong oleh rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang jauh lebih kuat dari perkiraan, yang secara signifikan memangkas ekspektasi pasar terhadap potensi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Januari mendatang. Laporan ketenagakerjaan yang tangguh ini memberikan dorongan substansial bagi dolar AS, menekan pasangan mata uang berisiko seperti GBP/USD.
Nonfarm Payrolls Guncang Pasar dan Mendorong Dolar AS
Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Nonfarm Payrolls yang mengejutkan pasar dengan menunjukkan penambahan 216.000 pekerjaan pada bulan Desember, jauh melampaui konsensus ekonom sebesar 170.000. Data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS tetap resilient di tengah upaya Federal Reserve untuk meredakan inflasi. Tingkat pengangguran stabil di 3,7%, sementara pertumbuhan upah rata-rata per jam meningkat 0,4% dari bulan ke bulan, melampaui ekspektasi 0,3%. Angka-angka positif ini secara efektif mengurangi argumen untuk pemotongan suku bunga Fed dalam waktu dekat, khususnya pada pertemuan Januari.
Investor segera menafsirkan data NFP sebagai sinyal bahwa The Fed memiliki lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau menunda pemangkasan. Reaksi pasar tidak butuh waktu lama; imbal hasil obligasi Treasury AS melonjak, dan Indeks Dolar AS (DXY) melonjak tajam, menunjukkan penguatan signifikan pada mata uang greenback.
Reaksi Pasar Obligasi dan Implikasi untuk Kebijakan The Fed
Sebagai respons terhadap laporan NFP yang solid, imbal hasil obligasi Treasury AS dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga Fed, melonjak lebih dari 15 basis poin. Imbal hasil obligasi 10 tahun juga menunjukkan kenaikan signifikan. Kenaikan imbal hasil ini mencerminkan pandangan pasar bahwa The Fed kemungkinan tidak akan terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Sebelum rilis NFP, pasar derivatif telah memperkirakan peluang sekitar 60-70% untuk pemotongan suku bunga Fed pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30-31 Januari. Namun, pasca-data NFP, probabilitas tersebut anjlok drastis di bawah 20%. Pergeseran tajam dalam ekspektasi ini menegaskan kembali narasi "higher for longer" untuk suku bunga AS, setidaknya untuk periode awal tahun.
GBP/USD Terpukul di Tengah Sentimen Dolar yang Menguat
Pasangan GBP/USD menjadi salah satu korban utama dari kekuatan dolar AS yang mendadak ini. Setelah berjuang untuk mempertahankan posisinya di atas 1.3450, tekanan jual meningkat tajam setelah rilis NFP. Level 1.3450 sendiri merupakan batas psikologis dan teknis penting yang sebelumnya sempat menawarkan dukungan parsial.
Sementara itu, data ekonomi dari Inggris relatif minim dampaknya terhadap pergerakan ini, dengan fokus pasar sepenuhnya tertuju pada dinamika AS. Bank of England (BoE) juga menghadapi tantangan inflasi, namun prospek kebijakan moneter Fed yang lebih ketat mengurangi daya tarik relatif aset-aset berdenominasi Poundsterling. Penurunan di bawah 1.3450 membuka jalan bagi pengujian level dukungan teknis lebih lanjut, seiring investor mencerna perubahan lanskap makroekonomi.
Kesimpulan
Rilis Nonfarm Payrolls AS yang jauh melampaui ekspektasi telah secara signifikan menguatkan dolar AS, menekan pasangan mata uang GBP/USD di bawah level kunci 1.3450. Data ini juga memangkas drastis probabilitas pemotongan suku bunga Federal Reserve pada Januari, menegaskan pandangan pasar terhadap kebijakan moneter AS yang 'lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama'.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com