EUR/GBP Risiko Kenaikan: Analisis ING Terhadap Sikap Dovish BoE.
Dipublikasikan pada: 26 March 2026
Analis dari ING mengidentifikasi adanya potensi risiko kenaikan untuk pasangan mata uang EUR/GBP. Pandangan ini muncul di tengah ekspektasi pasar yang menyesuaikan diri terhadap sikap yang lebih dovish dari Bank of England (BoE). Dengan kata lain, pasar mulai merevisi perkiraan kebijakan moneter BoE menjadi kurang agresif dalam pengetatan, sebuah fenomena yang dikenal sebagai "EUR/GBP: Upside risks seen as BoE reprices dovishly - ING". Repricing dovish ini berpotensi memberikan dorongan bagi Euro terhadap Pound Sterling.
Repricing Dovish BoE: Implikasi Terhadap Pound Sterling
Bank of England baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda yang diinterpretasikan pasar sebagai sikap yang lebih berhati-hati dalam siklus pengetatan moneter mereka. Inflasi di Inggris, meskipun masih tinggi, mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Data ekonomi terbaru, termasuk aktivitas di sektor jasa dan pasar tenaga kerja, juga memberikan indikasi adanya perlambatan. Faktor-faktor ini mendorong pelaku pasar untuk merevisi ekspektasi mereka mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut dari BoE.
Sebelumnya, pasar telah memperkirakan BoE akan mempertahankan laju kenaikan suku bunga yang agresif untuk memerangi inflasi yang persisten. Namun, kini pandangan tersebut bergeser. Repricing dovish berarti pasar memproyeksikan BoE akan menaikkan suku bunga lebih sedikit, atau bahkan mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih cepat dari perkiraan semula. Pergeseran ekspektasi ini secara langsung melemahkan daya tarik Pound Sterling karena imbal hasil yang relatif lebih rendah cenderung mengurangi permintaan mata uang tersebut.
Risiko Kenaikan untuk EUR/GBP di Tengah Sikap BoE yang Lebih Lunak
Melemahnya Pound Sterling akibat ekspektasi kebijakan BoE yang lebih dovish menjadi pendorong utama bagi potensi kenaikan pasangan EUR/GBP. Jika BoE terlihat akan melonggarkan kebijakan atau menunda pengetatan dibandingkan dengan bank sentral lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa (ECB), maka Euro akan mendapatkan keuntungan relatif. Analisis ING menyoroti dinamika ini sebagai faktor pendorong utama bagi risiko kenaikan EUR/GBP.
Pergerakan relatif antara kebijakan moneter kedua bank sentral sangat krusial. Apabila ECB tetap mempertahankan sikap yang hawkish atau minimal netral, sementara BoE bergeser ke arah yang lebih dovish, perbedaan suku bunga riil dan ekspektasi kebijakan akan menyokong kenaikan EUR/GBP. Trader dan investor mulai memposisikan diri sesuai dengan perbedaan prospek kebijakan ini, memperkuat tren yang mungkin terbentuk.
Faktor Pendorong Lain dan Level Penting bagi EUR/GBP
Selain perbedaan kebijakan moneter, beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi pergerakan EUR/GBP. Data ekonomi dari Zona Euro, seperti pertumbuhan PDB, tingkat inflasi, dan sentimen bisnis, juga memainkan peran penting. Jika data Zona Euro menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, hal ini dapat lebih lanjut mendukung Euro. Sebaliknya, data yang mengecewakan dapat membatasi potensi kenaikan pasangan ini.
Dari sisi teknikal, para analis juga memantau level-level kunci pada grafik EUR/GBP. Tembusan di atas level resistensi penting dapat mengonfirmasi sinyal bullish dan memicu pergerakan naik lebih lanjut. Sebaliknya, kegagalan untuk menembus level-level tersebut atau penembusan di bawah level support dapat menunjukkan adanya konsolidasi atau koreksi harga. Perhatian terhadap sentimen pasar global dan perkembangan geopolitik juga tetap menjadi elemen penting dalam analisis pasangan mata uang ini.
Kesimpulan
Sikap dovish Bank of England menjadi pendorong utama potensi kenaikan pasangan EUR/GBP, karena pelemahan Pound Sterling terhadap Euro. Trader perlu memantau perbedaan kebijakan moneter BoE dan ECB, serta data ekonomi dan level teknikal, untuk mengambil keputusan trading yang tepat.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com