EUR/JPY Price Forecast: Slides below 184 as bears target 100-day SMA

Dipublikasikan pada: 31 March 2026

EUR/JPY Price Forecast: Slides below 184 as bears target 100-day SMA
Prakiraan Harga <a href="https://ea.chaosinlife.com" target="_blank" rel="nofollow noopener">EUR/JPY</a>: Meluncur di Bawah 184 saat 'Bears' Mengincar SMA 100 Hari

Prakiraan Harga EUR/JPY: Meluncur di Bawah 184 saat 'Bears' Mengincar SMA 100 Hari

Pasangan mata uang EUR/JPY baru-baru ini menunjukkan pergeseran momentum yang signifikan. Pasangan ini telah meluncur di bawah level kunci 184.00, sebuah indikasi kuat bahwa sentimen 'bearish' kini mendominasi pasar. Trader kini menyoroti Simple Moving Average (SMA) 100 hari sebagai target penurunan berikutnya. Pergerakan ini menggarisbawahi meningkatnya tekanan jual terhadap Euro, terutama di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang berbeda antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ).

Analisis Pergerakan Harga EUR/JPY di Bawah 184

Penembusan level 184.00 merupakan sinyal teknikal yang krusial. Setelah periode konsolidasi di atas ambang batas ini, kegagalan untuk mempertahankan posisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli telah melemah secara substansial. Saat ini, level 184.00 bertindak sebagai resistance instan. Para 'bears' kini memegang kendali penuh, mendorong harga ke bawah dengan volume yang cukup signifikan. Target terdekat adalah support psikologis di sekitar 183.00. Selanjutnya, pasar akan menguji SMA 100 hari. Indikator momentum, seperti Relative Strength Index (RSI), juga mencerminkan kondisi overbought yang mulai mereda, membuka ruang untuk penurunan lebih lanjut.

Faktor Pendorong Penurunan EUR/JPY

Beberapa faktor makroekonomi dan sentimen pasar turut berkontribusi pada pelemahan EUR/JPY. Di sisi Euro, ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh ECB setelah pemotongan pertama pada bulan Juni terus membebani mata uang tunggal ini. Data ekonomi Zona Euro yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan juga memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih longgar. Selain itu, ketidakpastian politik di beberapa negara anggota Uni Eropa, terutama menjelang pemilihan umum, menambah risiko bearish pada Euro.

Sebaliknya, Yen Jepang menunjukkan tanda-tanda stabilisasi atau bahkan penguatan relatif. Meskipun BoJ mempertahankan suku bunga ultra-rendah, ada spekulasi yang berkembang tentang potensi pengetatan kebijakan di masa depan. Pernyataan dari pejabat BoJ yang mengisyaratkan kesiapan untuk mengambil tindakan jika diperlukan, ditambah dengan peran Yen sebagai mata uang 'safe haven' di tengah ketidakpastian geopolitik global, memberikan dukungan bagi JPY.

Level Kunci dan Proyeksi Teknis

Jika momentum bearish berlanjut, target utama berikutnya adalah SMA 100 hari. Pada grafik harian, SMA 100 hari sering bertindak sebagai level support dinamis yang penting bagi trader teknikal. Perkiraan level SMA 100 hari saat ini berada di kisaran 182.50 hingga 182.00. Penembusan di bawah level ini dapat memicu gelombang penjualan yang lebih besar, membuka jalan menuju support berikutnya di 181.00 atau bahkan 180.50.

Di sisi atas, level 184.00 kini berfungsi sebagai resistance kuat. Untuk membatalkan bias bearish jangka pendek, EUR/JPY perlu secara meyakinkan menembus dan bertahan di atas 184.00. Resistance selanjutnya berada di sekitar 184.50 dan 185.00. Namun, dengan indikator teknikal yang cenderung menurun, prospek kenaikan tampaknya terbatas dalam waktu dekat.

Sentimen Pasar dan Risiko ke Depan

Sentimen pasar terhadap EUR/JPY telah bergeser menjadi lebih hati-hati. Para 'bears' telah berhasil memecahkan level support krusial, menunjukkan perubahan dalam dinamika kekuatan. Investor akan terus memantau data inflasi dari kedua wilayah, serta pernyataan dari bank sentral masing-masing. Peristiwa geopolitik atau perkembangan politik internal di Eropa juga dapat memberikan volatilitas tambahan pada pasangan ini. Dengan SMA 100 hari sebagai target berikutnya, pasar akan mencari konfirmasi apakah tekanan jual ini akan bertahan atau hanya merupakan koreksi sementara.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru USD/JPY retreats from intervention red line as Japan warns on Yen weakness Artikel Lama → THB: Weak output and energy shock weigh – Commerzbank

Postingan Lainya