Euro: Gradual upside as Fed and ECB converge – Commerzbank
Dipublikasikan pada: 23 October 2026
Menurut analisis terbaru dari Commerzbank, Euro diperkirakan akan mengalami kenaikan bertahap seiring dengan konvergensi kebijakan moneter antara Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat dan Bank Sentral Eropa (ECB). Pandangan ini menyiratkan adanya pergeseran dinamika yang fundamental di pasar mata uang, khususnya pada pasangan EUR/USD, di mana perbedaan pendekatan suku bunga sebelumnya telah menjadi pendorong utama.
Proyeksi Commerzbank: Euro Menuju Kenaikan Bertahap
Commerzbank secara eksplisit menyatakan bahwa Euro menunjukkan potensi kenaikan yang bertahap. Para analis bank tersebut melihat bahwa era di mana dolar AS menikmati keunggulan suku bunga yang signifikan dari The Fed mungkin akan segera berakhir. Akibatnya, daya tarik investasi pada dolar AS dari sisi imbal hasil akan berkurang. Pergeseran ini, menurut Commerzbank, tidak akan menghasilkan lonjakan Euro yang dramatis, melainkan akumulasi kekuatan secara perlahan namun pasti. Investor mungkin mulai menyesuaikan posisi mereka, melihat peluang yang lebih seimbang antara kedua mata uang utama ini.
Bank investasi tersebut menekankan bahwa ekspektasi pasar mengenai jalur kebijakan moneter kedua bank sentral semakin menyatu. Hal ini penting, mengingat sentimen pasar sangat bergantung pada sinyal dari The Fed dan ECB. Oleh karena itu, penurunan perbedaan suku bunga acuan dipercaya menjadi katalis utama bagi Euro.
Dinamika Kebijakan Moneter The Fed dan ECB yang Berkonvergensi
Konvergensi yang disoroti Commerzbank mengacu pada semakin dekatnya posisi kebijakan moneter antara The Fed dan ECB. Di satu sisi, The Fed diperkirakan mendekati akhir siklus pengetatan kebijakan agresifnya. Apabila inflasi di AS terus menunjukkan tren penurunan, tekanan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut akan mereda. Bahkan, ada potensi The Fed mempertimbangkan pemangkasan suku bunga di masa depan, tergantung pada data ekonomi yang masuk.
Di sisi lain, ECB menghadapi tantangan inflasi yang mungkin lebih persisten di Zona Euro. Oleh karena itu, bank sentral Eropa kemungkinan besar perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, atau bahkan melakukan kenaikan tambahan jika diperlukan. Perbedaan dalam lintasan kebijakan ini secara efektif menyempitkan jurang pemisah suku bunga yang sebelumnya mendukung dolar AS. Investor kemudian melihat Euro sebagai aset yang lebih menarik secara relatif.
Sebagai hasilnya, perbedaan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga masa depan juga mulai menyatu. Ini mengurangi insentif untuk memegang dolar AS hanya demi imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga membuka jalan bagi Euro untuk mendapatkan kembali pijakan.
Implikasi Konvergensi Kebijakan terhadap Pasangan EUR/USD
Penyempitan perbedaan suku bunga antara The Fed dan ECB memiliki implikasi signifikan terhadap nilai tukar EUR/USD. Secara tradisional, mata uang cenderung menguat ketika bank sentralnya mengadopsi kebijakan moneter yang lebih ketat atau "hawkish". Sebaliknya, mata uang dapat melemah jika bank sentral melonggarkan kebijakan atau menjadi lebih "dovish".
Ketika The Fed menjadi kurang hawkish dan ECB mempertahankan sikap yang lebih ketat, atau bahkan terus menaikkan suku bunga, keseimbangan kekuatan bergeser. Konvergensi kebijakan ini mengurangi keunggulan carry trade dolar AS. Investor yang sebelumnya mencari imbal hasil lebih tinggi di AS mungkin mulai mengalihkan perhatian mereka ke aset-aset Euro, yang kini menawarkan imbal hasil relatif yang lebih kompetitif. Maka dari itu, permintaan terhadap Euro diperkirakan akan meningkat secara bertahap, memberikan dukungan pada pasangan EUR/USD.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com