Euro Pound Melemah: Data Tenaga Kerja Inggris Angkat Sterling
Dipublikasikan pada: 20 October 2026
Euro melemah signifikan terhadap Pound Sterling menyusul rilis data pasar tenaga kerja Inggris yang menunjukkan penurunan tajam tingkat pengangguran. Data ini secara substansial meningkatkan ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat lebih lama, atau setidaknya menunda pemotongan suku bunga, memberikan dorongan kuat bagi mata uang Inggris tersebut. Penurunan Euro terhadap Pound ini mencerminkan divergensi prospek ekonomi dan kebijakan moneter antara zona Euro dan Inggris.
Kinerja Kuat Pasar Tenaga Kerja Inggris Dorong Sterling
Angka terbaru dari Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran negara itu turun secara tak terduga ke 4,0% dalam tiga bulan hingga Februari, dari sebelumnya 4,2%. Penurunan ini mengejutkan para ekonom yang umumnya memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap stabil atau bahkan sedikit naik. Selain itu, pertumbuhan upah rata-rata, tidak termasuk bonus, juga tetap kuat di 6,0%, menunjukkan tekanan inflasi yang persisten dari sisi permintaan.
Data ini memberikan sinyal jelas tentang ketahanan ekonomi Inggris di tengah upaya BoE untuk mengendalikan inflasi. Pasar kini merevisi ekspektasi mereka terhadap pemotongan suku bunga oleh BoE. Sebelumnya, investor telah memperkirakan pemotongan suku bunga akan terjadi lebih cepat. Namun, dengan pasar tenaga kerja yang tetap ketat dan pertumbuhan upah yang kuat, tekanan untuk melonggarkan kebijakan moneter kini berkurang, memperkuat daya tarik Pound Sterling di mata para investor global.
Euro Tergelincir Melawan Pound di Tengah Prospek Kebijakan Moneter Divergen
Penurunan tajam Euro terhadap Pound Sterling merupakan reaksi langsung terhadap divergensi yang semakin melebar dalam prospek kebijakan moneter antara BoE dan European Central Bank (ECB). Sementara data Inggris memberikan argumen kuat untuk sikap BoE yang lebih hawkish, ECB di sisi lain, menghadapi kondisi ekonomi yang berbeda di zona Euro. Indikator ekonomi zona Euro menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan penurunan inflasi yang lebih cepat, mendorong spekulasi bahwa ECB mungkin akan menjadi salah satu bank sentral besar pertama yang memangkas suku bunga.
Akibatnya, perbedaan suku bunga riil dan ekspektasi suku bunga masa depan menjadi faktor pendorong utama pergerakan pasangan EUR/GBP. Ketika prospek suku bunga Inggris terlihat lebih tinggi dibandingkan zona Euro, investasi mengalir ke aset berdenominasi Pound, menyebabkan apresiasi mata uang tersebut. Kondisi ini membuat Euro berada di bawah tekanan jual yang signifikan terhadap Pound Sterling.
Reaksi Pasar dan Prospek Jangka Pendek
Pasca-rilis data, pasangan mata uang EUR/GBP langsung merosot tajam, menembus beberapa level support teknikal penting. Volume perdagangan juga menunjukkan peningkatan, mengindikasikan reaksi pasar yang kuat dan meyakinkan terhadap berita tersebut. Pergerakan harga ini mencerminkan pergeseran sentimen investor yang cepat, di mana mereka kini memprioritaskan aset dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian global.
Para pelaku pasar akan terus memantau data ekonomi yang akan datang dari kedua wilayah, terutama angka inflasi dan komentar dari para pejabat bank sentral. Jika data inflasi Inggris tetap tinggi atau pasar tenaga kerja menunjukkan kekuatan berkelanjutan, Pound Sterling kemungkinan akan mempertahankan posisinya yang kuat. Sebaliknya, setiap tanda kelemahan ekonomi di zona Euro atau sinyal dovish dari ECB dapat semakin memperlebar jurang perbedaan kebijakan, memberikan tekanan lebih lanjut pada Euro terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Pound Sterling.
Kesimpulan
Pelemahan Euro terhadap Pound Sterling dipicu oleh data pasar tenaga kerja Inggris yang kuat, memperkuat ekspektasi kebijakan moneter BoE yang lebih ketat dibandingkan ECB. Perbedaan prospek ini mendorong investasi ke Pound dan akan terus bergantung pada data ekonomi serta pernyataan bank sentral ke depannya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com