Euro reverses from two-day high, fade US soft CPI move

Dipublikasikan pada: 13 August 2026

Euro reverses from two-day high, fade US soft CPI move
Euro Membalikkan Kenaikan Dua Hari, Dampak CPI AS yang Melunak Memudar

Euro reverses from two-day high, fade US soft CPI move. Pasangan mata uang EUR/USD mencatat pembalikan signifikan setelah mencapai level tertinggi dua hari. Penguatan Euro yang dipicu oleh data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang lebih lunak dari ekspektasi, kini mulai kehilangan momentum. Pergerakan pasar menunjukkan bahwa euforia awal atas potensi perlambatan laju pengetatan Federal Reserve (Fed) tidak bertahan lama, mendorong Euro kembali turun setelah gagal menembus level resistensi kunci.

Reaksi Awal Pasar Terhadap Data CPI AS

Rilis data CPI AS baru-baru ini menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Informasi ini awalnya memicu spekulasi pasar mengenai prospek kebijakan moneter Fed. Banyak analis dan pelaku pasar menginterpretasikan data ini sebagai sinyal bahwa Fed mungkin akan mengambil sikap yang kurang hawkish di masa mendatang. Alhasil, dolar AS melemah secara substansif. Pelemahan dolar secara langsung memberikan dorongan kuat bagi Euro, mendorong EUR/USD naik selama dua hari berturut-turut. Para pedagang berbondong-bondong mengambil posisi beli Euro, memanfaatkan perbedaan suku bunga potensial yang menyempit antara European Central Bank (ECB) dan Fed.

Faktor-faktor di Balik Pembalikan Euro dari Puncak Dua Hari

Namun, narasi tersebut berbalik arah. Euro gagal mempertahankan kenaikannya, mengalami pembalikan tajam dari level tertinggi dua hari. Ada beberapa faktor yang kemungkinan besar berkontribusi pada pembalikan ini. Pertama, level resistensi teknikal penting di sekitar area 1.0900-1.0920 terbukti terlalu kuat untuk ditembus. Pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit-taking) setelah kenaikan cepat, terutama di dekat level psikologis dan teknikal. Selanjutnya, meskipun data CPI AS lebih lunak, inflasi inti tetap berada di atas target Fed. Hal ini mungkin membuat pasar menilai ulang seberapa signifikan data tersebut dalam mengubah lintasan kebijakan Fed secara drastis. Pasar mulai menyadari bahwa Fed kemungkinan besar akan tetap berhati-hati.

Prospek EUR/USD di Tengah Ketidakpastian Makro

Ke depan, pasangan EUR/USD menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan. Data ekonomi yang akan datang dari Zona Euro dan Amerika Serikat akan menjadi kunci dalam menentukan arah selanjutnya. Investor akan memantau dengan cermat pernyataan dari pejabat Fed dan ECB. Komentar hawkish dari anggota Fed, atau sinyal bahwa ECB mungkin akan melunak dalam kebijakan pengetatan moneternya, dapat kembali menekan Euro. Sebaliknya, data ekonomi Zona Euro yang kuat dapat memberikan dukungan bagi mata uang tunggal ini. Pergerakan harga komoditas global dan sentimen risiko pasar yang lebih luas juga akan terus mempengaruhi volatilitas pasangan mata uang ini. Oleh karena itu, para pedagang disarankan untuk tetap waspada dan menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan perkembangan terbaru.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru SpaceX short sellers terancam: Rebound 40% guncang posisi jual. Artikel Lama → Mexican Peso rallies to two-year high as soft CPI hits Fed bets

Postingan Lainya