Euro rises despite Fed hawkish hold, eyes on Warsh’s speech
Dipublikasikan pada: 30 July 2026
Euro Menguat Meskipun The Fed Bertahan Hawkish, Perhatian Tertuju pada Pidato Warsh
Mata uang Euro (EUR) baru-baru ini menunjukkan performa yang mengejutkan di pasar valuta asing. Euro berhasil menguat terhadap Dolar AS, sebuah anomali mengingat bahwa Euro rises despite Fed hawkish hold, eyes on Warsh’s speech. Kenaikan ini terjadi meskipun Federal Reserve (The Fed) mempertahankan sikap kebijakan moneter yang hawkish. Kini, fokus pasar segera bergeser, dengan perhatian tertuju pada pidato Kevin Warsh, mantan gubernur Federal Reserve, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter global.
The Fed: Sikap Hawkish yang Membingungkan Pasar
Pada pertemuan kebijakan terakhirnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5.25%-5.50%. Meskipun demikian, proyeksi ekonomi terbaru, atau "dot plot", mengindikasikan bahwa sebagian besar pejabat The Fed kini hanya memperkirakan satu kali pemotongan suku bunga pada tahun 2024, bahkan beberapa tidak melihat adanya pemotongan sama sekali. Ini jelas menunjukkan sikap yang lebih hawkish daripada ekspektasi pasar sebelumnya yang memperkirakan dua hingga tiga kali pemotongan. Ketua The Fed, Jerome Powell, juga menegaskan komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi, sembari menekankan ketergantungan pada data. Namun, pasar valuta asing menunjukkan reaksi yang tidak selalu sejalan, terutama terkait EUR/USD.
Resiliensi Euro Melawan Tekanan Kebijakan Hawkish The Fed
Meskipun Dolar AS seharusnya menguat pasca pernyataan hawkish The Fed, Euro menunjukkan resiliensi yang signifikan. Beberapa faktor mungkin menjadi pendorong di balik kenaikan Euro ini. Pertama, meskipun Bank Sentral Eropa (ECB) telah melakukan pemotongan suku bunga pertama mereka, sinyal dari ECB menunjukkan bahwa langkah pelonggaran kebijakan mungkin tidak akan terlalu agresif di masa mendatang. Investor mulai memperkirakan laju pemotongan suku bunga di Eurozone akan lebih lambat dibandingkan dengan The Fed, jika The Fed nantinya memulai siklus pelonggaran. Kedua, data ekonomi dari Zona Euro belakangan ini menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, mengurangi kekhawatiran akan perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Sentimen risiko global yang membaik juga turut mendukung mata uang berisiko seperti Euro. Selain itu, posisi pasar sebelumnya mungkin terlalu bearish pada Euro, sehingga memicu aksi beli kembali (short covering) yang mendorong kenaikan.
Menanti Pidato Kevin Warsh: Pencerahan Arah Kebijakan
Dengan latar belakang kebijakan The Fed yang hawkish dan Euro yang mengejutkan, perhatian kini beralih ke pidato Kevin Warsh. Sebagai mantan gubernur Federal Reserve, pandangan Warsh sangat dihormati di kalangan investor dan analis. Ia dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang kebijakan moneter, pasar keuangan, dan ekonomi makro global. Pasar akan mencermati setiap kata dalam pidatonya, mencari petunjuk mengenai persepsi beliau terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi AS, dan kemungkinan arah kebijakan The Fed di masa depan. Komentar Warsh bisa saja memvalidasi atau bahkan menantang narasi hawkish The Fed saat ini, berpotensi memicu volatilitas signifikan di pasar mata uang.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com