Euro slips back below 1.1500 as US Dollar recovers

Dipublikasikan pada: 01 August 2026

Euro slips back below 1.1500 as US Dollar recovers

Pasangan mata uang EUR/USD kembali menunjukkan volatilitas signifikan hari ini, dengan Euro tergelincir kembali di bawah level kunci 1.1500 saat Dolar AS menunjukkan pemulihan yang kuat. Pergerakan ini mengejutkan sebagian investor yang berharap pada konsolidasi di atas ambang batas psikologis tersebut, namun kekuatan Dolar yang mendasari tampaknya terlalu dominan untuk diabaikan.

Analisis Pemulihan Dolar AS

Pemulihan Dolar AS dalam sesi perdagangan terakhir didorong oleh beberapa faktor fundamental yang kuat. Prospek pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS tetap menjadi pendorong utama. Data inflasi konsumen yang terus menunjukkan angka tinggi, jauh di atas target 2%, telah memperkuat ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lebih awal dan lebih agresif, bahkan mungkin beberapa kali dalam tahun ini. Selain itu, Dolar AS seringkali diuntungkan sebagai mata uang safe-haven ketika sentimen risk-off mendominasi pasar global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global akibat konflik geopolitik atau varian baru virus, mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset-aset yang dianggap aman, dan obligasi pemerintah AS serta Dolar menjadi pilihan utama. Laporan ketenagakerjaan AS yang solid, termasuk tingkat pengangguran yang menurun dan pertumbuhan upah yang stabil, juga turut mendukung narasi pemulihan ekonomi domestik yang kuat, memberikan Federal Reserve landasan yang solid untuk bertindak tegas.

Euro Tergelincir di Bawah 1.1500: Apa Pemicunya?

Tertekannya Euro di bawah level 1.1500 tidak terlepas dari kombinasi tekanan eksternal dan kelemahan internal yang menghimpit mata uang tunggal ini. Kontras kebijakan moneter yang mencolok antara European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve menjadi faktor dominan. Sementara The Fed bersiap untuk menaikkan suku bunga, ECB masih mempertahankan sikap yang jauh lebih dovish, menekankan perlunya dukungan berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah kenaikan harga energi yang membebani dan rantai pasokan yang terganggu. Krisis energi di Eropa, khususnya terkait potensi gangguan pasokan gas dari Rusia, terus menimbulkan kekhawatiran serius mengenai inflasi yang melonjak sekaligus potensi perlambatan ekonomi yang signifikan, bahkan resesi. Data ekonomi terbaru dari Zona Euro, seperti indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur dan jasa, serta sentimen bisnis ZEW, menunjukkan gambaran yang beragam namun secara umum kurang meyakinkan dibandingkan data dari AS. Oleh karena itu, investor cenderung beralih dari aset berdenominasi Euro ke Dolar AS yang menawarkan potensi yield lebih tinggi dan stabilitas relatif dalam lingkungan global yang tidak pasti.

Implikasi Pergerakan EUR/USD

Pergerakan EUR/USD di bawah 1.1500 memiliki implikasi penting bagi para pelaku pasar. Secara teknikal, level 1.1500 sebelumnya berfungsi sebagai support psikologis dan teknis yang kuat. Penembusan di bawah level ini dapat membuka jalan bagi pelemahan lebih lanjut, dengan target support berikutnya mungkin berada di sekitar 1.1400 atau bahkan lebih rendah. Para trader akan memantau dengan cermat rilis data ekonomi mendatang dari kedua wilayah, termasuk laporan inflasi Zona Euro dan data penjualan ritel AS, untuk petunjuk arah selanjutnya. Pernyataan dari pejabat bank sentral juga akan sangat diperhatikan untuk menilai perubahan potensi dalam prospek kebijakan moneter. Meskipun tekanan jual pada Euro saat ini dominan, potensi pembalikan sentimen selalu ada, terutama jika ada perubahan mendadak dalam prospek ekonomi global atau kebijakan bank sentral.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Swiss Franc trims losses against US Dollar amid Japanese intervention concerns Artikel Lama → Oil prices rise after Iran says it attacked two tankers transiting Strait of Hormuz

Postingan Lainya