Euro: Upside bias targets 1.1590 against US Dollar – UOB

Dipublikasikan pada: 17 August 2026

Euro: Upside bias targets 1.1590 against US Dollar – UOB

Euro: Upside bias targets 1.1590 against US Dollar – UOB

Dalam analisis pasar mata uang terbarunya, United Overseas Bank (UOB) menunjukkan bahwa Euro (EUR) saat ini mempertahankan bias upside yang signifikan. Para analis UOB memproyeksikan bahwa pasangan mata uang EUR/USD berpotensi menargetkan level 1.1590 terhadap Dolar AS. Pandangan ini mencerminkan optimisme terhadap kinerja Euro, didorong oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal yang sedang berkembang di pasar global.

Faktor-Faktor Pendorong Potensi Penguatan Euro Terhadap Dolar AS Menurut Analisis UOB

Penilaian UOB terhadap potensi penguatan Euro didasarkan pada serangkaian indikator makroekonomi dan sentimen pasar. Eurozone menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Data inflasi, meskipun mulai mereda, masih mendorong European Central Bank (ECB) untuk mempertahankan sikap yang relatif hawkish. Prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh ECB, atau setidaknya mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama, memberikan dukungan substansial bagi Euro. Kondisi ini membuat aset-aset berbasis Euro lebih menarik bagi investor yang mencari yield.

Di sisi lain, narasi seputar Dolar AS mulai bergeser. Federal Reserve (The Fed) di AS menunjukkan sinyal pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang. Meskipun data ekonomi AS masih kuat, ekspektasi penurunan suku bunga Fed di tahun berikutnya membebani Dolar AS. Perbedaan jalur kebijakan moneter antara ECB dan The Fed secara alami menciptakan tekanan jual pada USD dan mendorong EUR menguat. Selain itu, sentimen risiko global yang cenderung membaik juga mengurangi permintaan akan Dolar AS sebagai aset safe-haven, sehingga memperkuat mata uang lain, termasuk Euro.

Katalis Pasar dan Risiko untuk Target Euro di 1.1590

Pergerakan menuju target 1.1590 tidak akan luput dari pengaruh katalis pasar yang signifikan. Rilis data ekonomi penting dari Eurozone, seperti inflasi CPI, pertumbuhan GDP, dan data manufaktur PMI, akan menjadi fokus utama. Hasil yang melampaui ekspektasi dapat memberikan dorongan tambahan bagi Euro. Demikian pula, pidato dari pejabat ECB yang menggarisbawahi komitmen terhadap pengetatan moneter akan memperkuat bias upside ini. Sementara itu, setiap tanda pelemahan ekonomi di AS atau pernyataan dovish dari The Fed akan semakin menekan Dolar AS, membuka jalan bagi EUR/USD.

Namun demikian, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Gejolak geopolitik tak terduga, khususnya di Eropa, dapat memicu sentimen risk-off dan mengembalikan permintaan Dolar AS. Selain itu, jika inflasi Eurozone menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, ECB mungkin akan mempertimbangkan untuk melonggarkan sikapnya, yang dapat menghambat momentum Euro. Para pelaku pasar juga akan terus memantau pergerakan harga energi, yang memiliki dampak besar pada prospek inflasi dan pertumbuhan di Eropa.

Level Kritis dan Implikasi Pasar bagi Euro

Secara teknis, target 1.1590 yang disebutkan oleh UOB merupakan level resistance yang signifikan. Mencapai dan bertahan di atas level ini akan menjadi konfirmasi kuat bagi tren kenaikan Euro dalam jangka menengah. Sebelum mencapai level tersebut, pasangan EUR/USD mungkin akan menghadapi resistance di sekitar zona 1.1200 hingga 1.1400. Penembusan level-level ini secara meyakinkan akan membuka jalur menuju 1.1590. Sebaliknya, level support kunci yang perlu diperhatikan berada di sekitar 1.0800-1.0900. Penembusan ke bawah level ini dapat mengindikasikan koreksi dan mungkin membatalkan bias upside saat ini.

Bagi para pedagang dan investor, pandangan UOB ini menggarisbawahi pentingnya memantau dinamika suku bunga, data ekonomi, dan sentimen politik di kedua belah pihak Atlantik. Implikasi dari potensi pergerakan ini sangat luas, mulai dari biaya lindung nilai bagi perusahaan yang melakukan perdagangan internasional hingga strategi investasi bagi manajer portofolio yang mencari eksposur terhadap mata uang.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Dolar Kanada Menguat: Taruhan Suku Bunga Fed Mereda & IHK Mendekat Artikel Lama → British Pound gathers strength above 1.3550 as softer US data cools Fed hike bets

Postingan Lainya