EUR/USD 1.22: Dolar Bearish Dorong Pasangan Naik - Analisis ING
Dipublikasikan pada: 23 February 2026
EUR/USD: Prospek Dolar Bearish Dorong Pasangan Menuju 1.22 – Analisis ING
Pasangan mata uang EUR/USD kembali menjadi sorotan pasar finansial. Menurut analisis terbaru dari ING, sentimen bearish terhadap Dolar AS diproyeksikan akan mendorong pasangan mata uang utama ini menuju level 1.22. Pandangan ini menyoroti pergeseran dinamika pasar global, di mana kebijakan moneter dan data ekonomi memainkan peran krusial.
Analisis ING: Potensi Kenaikan EUR/USD Berkat Pelemahan Dolar
Analis strategi mata uang di ING secara konsisten menyatakan keyakinan mereka terhadap prospek Dolar AS yang cenderung melemah dalam jangka menengah. Ekspektasi ini terutama didasari oleh perbedaan prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral utama lainnya. The Fed diperkirakan akan mempertahankan kebijakan akomodatif, dengan suku bunga rendah dan program pembelian aset yang agresif, untuk mendukung pemulihan ekonomi AS.
Akibatnya, imbal hasil obligasi AS mungkin tidak menawarkan daya tarik signifikan. Hal ini mengurangi permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe-haven atau investasi berimbal hasil tinggi. Sebaliknya, pasar mulai mencari aset berisiko yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar di tengah sentimen risk-on global. Proyeksi ini mengimplikasikan bahwa Euro memiliki ruang untuk menguat.
Pendorong di Balik Prospek Dolar yang Bearish
Beberapa faktor fundamental mendukung pandangan bearish terhadap Dolar AS. Pertama, inflasi AS yang meningkat mungkin akan ditoleransi oleh The Fed untuk sementara waktu. Mereka memprioritaskan target lapangan kerja penuh. Toleransi terhadap inflasi ini berpotensi mengikis nilai riil Dolar.
Kedua, pemulihan ekonomi global yang semakin meluas juga mengurangi daya tarik Dolar sebagai mata uang cadangan. Negara-negara di Eropa dan Asia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang stabil. Dana stimulus fiskal AS yang besar juga menambah kekhawatiran tentang defisit anggaran. Ini pada gilirannya berpotensi menekan Dolar lebih lanjut.
Ketiga, arus modal global cenderung bergerak menuju aset berisiko di pasar negara berkembang atau mata uang yang didukung oleh bank sentral yang menunjukkan sinyal pengetatan lebih awal. Semua faktor ini berkontribusi pada narasi pelemahan Dolar.
Jalur EUR/USD Menuju Target 1.22
Jika Dolar AS benar-benar melemah sesuai prediksi, EUR/USD akan mendapatkan dorongan signifikan. Level 1.22 merupakan target penting. Level ini merefleksikan ekspektasi terhadap kelanjutan tren apresiasi Euro. Penembusan di atas level resistensi teknis utama dapat memperkuat momentum beli. Ini menarik lebih banyak partisipan pasar.
Di sisi Euro, meskipun European Central Bank (ECB) juga mempertahankan kebijakan longgar, sentimen pasar terhadap pemulihan ekonomi Zona Euro semakin positif. Distribusi vaksin yang semakin cepat dan implementasi dana pemulihan Uni Eropa memberikan dukungan. Faktor-faktor ini mengurangi tekanan jual pada Euro. Dengan demikian, kombinasi Dolar yang lebih lemah dan Euro yang relatif stabil hingga menguat menciptakan lingkungan ideal bagi EUR/USD untuk mendaki.
Peran Kebijakan Moneter dan Data Ekonomi Mendatang
Perhatian pasar akan terus tertuju pada pernyataan dari pejabat The Fed dan ECB. Data ekonomi, seperti laporan inflasi, data pekerjaan, dan pertumbuhan PDB, akan diawasi ketat. Perubahan tak terduga dalam data ini dapat memengaruhi ekspektasi pasar. Investor dan trader perlu memantau perkembangan ini. Hal ini akan memvalidasi atau memodifikasi prospek yang telah diuraikan oleh ING. Namun, saat ini, konsensus ING jelas: Dolar AS akan menghadapi tekanan. Hal itu akan mengangkat EUR/USD menuju level 1.22.
Kesimpulan
Analisis terbaru dari ING menunjukkan prospek Dolar AS yang bearish, mendorong pasangan mata uang EUR/USD menuju target 1.22. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter The Fed yang akomodatif, toleransi inflasi, dan pemulihan global mendukung pelemahan Dolar. Trader dan investor disarankan memantau data ekonomi serta pernyataan bank sentral untuk navigasi pasar.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com