EUR/USD Jelang Data AS: Dolar AS Menguat Di Tengah Tekanan Euro
Dipublikasikan pada: 05 January 2026
EUR/USD Terpuruk Dekat Level Terendah Empat Minggu Jelang Data Manufaktur AS
Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan tren penurunannya pada sesi perdagangan hari ini, terpuruk mendekati level terendah empat minggu. Sentimen pasar cenderung bearish karena investor menunggu rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM Amerika Serikat yang sangat diantisipasi. Data ini berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai kesehatan ekonomi AS dan implikasinya terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, yang pada gilirannya akan sangat memengaruhi pergerakan Dolar AS.
Tekanan Menyeluruh pada Euro
Euro menghadapi tekanan jual yang signifikan di tengah divergensi kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan ECB akan memulai siklus pemotongan suku bunga pada bulan Juni, didorong oleh data inflasi Zona Euro yang menunjukkan tanda-tanda moderasi dan pertumbuhan ekonomi yang lesu. Komentar dovish dari beberapa pejabat ECB baru-baru ini semakin memperkuat spekulasi ini, menekan mata uang tunggal Eropa.
Selain itu, kekhawatiran tentang prospek ekonomi Zona Euro, terutama di Jerman, turut membebani Euro. Sektor manufaktur di kawasan tersebut masih berjuang, dan meskipun ada beberapa tanda perbaikan, pemulihan tampak lambat dan rapuh. Ini menciptakan kontras yang tajam dengan ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan yang lebih baik, memperlebar selisih imbal hasil obligasi dan membuat Dolar lebih menarik.
Dolar AS Menguat Didukung Ketahanan Ekonomi
Sebaliknya, Dolar AS terus menikmati dukungan kuat. Pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve baru-baru ini, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, mengindikasikan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Pasar tenaga kerja AS yang tangguh dan inflasi yang persisten di atas target 2% memberikan ruang bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini meningkatkan daya tarik Dolar AS sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.
Data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, seperti laporan penjualan ritel yang kuat dan data klaim pengangguran yang rendah, semakin menegaskan narasi ketahanan ekonomi AS. Perbedaan fundamental ini menjadi pendorong utama pelemahan EUR/USD, mendorong pasangan ini ke zona harga yang lebih rendah secara konsisten.
Prospek EUR/USD Jelang Data Manufaktur ISM AS
Fokus utama pasar kini beralih ke rilis data PMI Manufaktur ISM AS. Analis memperkirakan angka ini akan tetap berada di bawah ambang batas 50 poin, yang mengindikasikan kontraksi pada sektor manufaktur. Namun, setiap kejutan positif yang menunjukkan perbaikan kondisi manufaktur dapat memperkuat argumen untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga memberikan dorongan lebih lanjut bagi Dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih buruk dari perkiraan mungkin sedikit meredakan tekanan pada EUR/USD, meskipun dampak jangka panjang kemungkinan terbatas mengingat perbedaan kebijakan moneter yang sudah ada.
Level support teknis penting bagi EUR/USD saat ini berada di sekitar level terendah empat minggu yang baru saja disentuh. Penembusan ke bawah level ini dapat membuka jalan menuju penurunan lebih lanjut. Di sisi lain, resistensi awal terlihat pada level di mana pasangan ini sebelumnya menemukan pijakan. Pergerakan EUR/USD akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menginterpretasikan laporan ISM dan implikasinya terhadap jalur suku bunga Fed di masa mendatang.
Kesimpulan
Pasangan EUR/USD berada dalam tekanan bearish signifikan, didorong oleh penguatan Dolar AS yang didukung ketahanan ekonomi dan kebijakan hawkish Fed, berbanding terbalik dengan Euro yang melemah akibat prospek pemotongan suku bunga ECB dan kekhawatiran Zona Euro. Rilis data PMI Manufaktur ISM AS menjadi sorotan utama yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan jangka pendek pasangan mata uang ini. Namun, divergensi kebijakan moneter yang persisten akan tetap menjadi pendorong utama tren.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com