EUR/USD slips as Fed signals only one cut in hawkish hold
Dipublikasikan pada: 19 March 2026
Pasangan mata uang EUR/USD mengalami penurunan tajam pada perdagangan terbaru. Penurunan ini terjadi setelah Federal Reserve mengisyaratkan hanya satu kali pemotongan suku bunga dalam sikap yang hawkish, berbeda dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan dan mengubah proyeksi dot plot menjadi lebih konservatif, secara langsung memperkuat dolar AS dan menekan mata uang tunggal Eropa.
Keputusan Hawkish The Fed dan Dampaknya Terhadap Pasar
Federal Reserve pada pertemuan Juni memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5.25%-5.50%. Namun, yang paling mengejutkan pasar adalah perubahan proyeksi para pembuat kebijakan mengenai jalur suku bunga di masa depan. Data "dot plot" terbaru menunjukkan bahwa median ekspektasi kini mengindikasikan hanya ada satu kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2024. Proyeksi ini jauh lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang mengisyaratkan tiga kali pemotongan.
Gubernur The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi persnya, menekankan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Kedua faktor ini memberikan The Fed ruang untuk bersikap lebih sabar sebelum memulai siklus pelonggaran kebijakan moneter. Sebagai hasilnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, dan indeks dolar AS (DXY) menguat secara signifikan. Kenaikan nilai dolar secara langsung menekan pasangan mata uang EUR/USD.
Penurunan EUR/USD Akibat Sinyal The Fed yang Hawkish
Dolar AS yang menguat secara drastis setelah pengumuman The Fed menempatkan tekanan jual yang intens pada Euro. Trader dengan cepat menyesuaikan posisi mereka, mengantisipasi divergensi kebijakan moneter yang lebih besar antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara ECB baru saja melakukan pemotongan suku bunga pertamanya, sinyal hawkish dari The Fed menunjukkan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Perbedaan prospek kebijakan ini membuat investasi dalam aset berdenominasi dolar AS menjadi lebih menarik, mendorong arus modal keluar dari aset Euro. EUR/USD bergerak menembus beberapa level support penting. Sentimen pasar saat ini condong ke arah pelemahan lebih lanjut untuk Euro, terutama jika data ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan yang mendukung sikap The Fed yang hati-hati.
Prospek EUR/USD di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Moneter
Ke depan, fokus pasar akan beralih ke data ekonomi AS yang masuk, terutama laporan inflasi dan data pasar tenaga kerja. Data tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai apakah The Fed akan tetap pada proyeksi satu pemotongan atau dapat mengubah pandangannya di kemudian hari. Selain itu, pidato dari pejabat The Fed akan diawasi ketat untuk mencari isyarat tambahan mengenai arah kebijakan moneter.
Di sisi Eropa, data inflasi dan pertumbuhan zona Euro juga akan sangat penting. Jika ekonomi zona Euro menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang lebih signifikan, atau inflasi mereda lebih cepat, tekanan pada ECB untuk melakukan pemotongan suku bunga tambahan mungkin meningkat. Hal ini tentu akan memperlebar jurang divergensi kebijakan dengan The Fed, yang berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada EUR/USD.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com