GBP/JPY Price Forecast: Yen gains on intervention fears, but uptrend remains intact

Dipublikasikan pada: 24 April 2026

GBP/JPY Price Forecast: Yen gains on intervention fears, but uptrend remains intact

Pasangan mata uang GBP/JPY baru-baru ini menjadi sorotan utama di pasar valuta asing global. Para investor dan analis terus mencermati dinamika pergerakannya, terutama dengan munculnya narasi GBP/JPY Price Forecast: Yen gains on intervention fears, but uptrend remains intact. Yen Jepang menunjukkan penguatan signifikan, didorong oleh kekhawatiran pasar akan intervensi dari otoritas keuangan Jepang. Namun, meskipun ada tekanan jual yang temporer, tren naik jangka panjang untuk GBP/JPY tampaknya masih bertahan dengan kuat.

Dinamika Pasar GBP/JPY: Kekhawatiran Intervensi Mendorong Yen

Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, Yen Jepang (JPY) telah berhasil memulihkan sebagian kerugiannya terhadap Pound Sterling (GBP). Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya spekulasi mengenai potensi intervensi oleh Bank of Japan (BoJ) dan Kementerian Keuangan Jepang. Pejabat Jepang telah berulang kali menyuarakan keprihatinan mereka terhadap pelemahan yen yang "berlebihan," sebuah retorika yang sering mendahului tindakan intervensi pasar. Sebagai hasilnya, para trader yang sebelumnya memegang posisi carry trade yang menguntungkan dari perbedaan suku bunga antara Jepang dan negara lain, mulai menutup posisi mereka, sehingga memicu pembelian kembali JPY.

Kekhawatiran intervensi ini telah menciptakan volatilitas yang cukup besar pada pasangan GBP/JPY. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa pergerakan ini bersifat reaktif terhadap sentimen, bukan perubahan fundamental yang signifikan dalam kebijakan moneter BoJ secara langsung. Pasar tetap waspada terhadap level-level tertentu, terutama di sekitar 155-160 per USD, yang secara historis menjadi ambang batas bagi intervensi Jepang. Oleh karena itu, setiap pergerakan signifikan menuju level tersebut cenderung memicu reaksi pasar yang serupa, memicu penguatan Yen secara sporadis.

Faktor Pendorong Yen dan Pound Sterling

Selain kekhawatiran intervensi, ada beberapa faktor fundamental lain yang mempengaruhi GBP dan JPY. Untuk Yen, Bank of Japan baru-baru ini mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya dan menghapus kontrol kurva imbal hasil (YCC), menandakan langkah awal menuju normalisasi kebijakan moneter. Meskipun kenaikan suku bunga hanya moderat, ini merupakan perubahan arah yang penting. Pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan, meskipun dengan kecepatan yang sangat bertahap.

Di sisi lain, Pound Sterling (GBP) terus didukung oleh prospek ekonomi Inggris yang relatif tangguh dan ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) mungkin akan menunda penurunan suku bunga lebih lama dari bank sentral lainnya. Data inflasi Inggris yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang ketat memberikan BoE ruang untuk mempertahankan suku bunga pada level yang restriktif. Oleh karena itu, perbedaan suku bunga yang masih lebar antara Inggris dan Jepang terus menjadi faktor pendukung bagi GBP/JPY dalam jangka menengah.

Analisis Teknis: Uptrend GBP/JPY Tetap Utuh di Tengah Tekanan

Meskipun Yen menguat karena kekhawatiran intervensi, analisis teknis menunjukkan bahwa tren naik jangka panjang untuk GBP/JPY masih belum terpatahkan. Pasangan ini berhasil bertahan di atas level support kunci dan rata-rata pergerakan penting. Misalnya, rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50-hari dan 100-hari sering berfungsi sebagai area support dinamis yang kuat. Penurunan baru-baru ini seringkali menemukan pijakan di area tersebut, menunjukkan minat beli yang kuat di level-level yang lebih rendah.

Pola grafik yang lebih besar, seperti saluran tren naik atau formasi harga yang lebih tinggi, terus mendominasi pandangan jangka panjang. Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) mungkin menunjukkan kondisi oversold sementara selama penurunan, memberikan sinyal potensial untuk pembalikan ke atas. Trader perlu mengamati level resistance signifikan di sekitar puncak sebelumnya, yang mungkin perlu diuji ulang sebelum tren naik dapat berlanjut dengan momentum penuh. Secara keseluruhan, koreksi saat ini lebih terlihat sebagai konsolidasi dalam tren bullish yang lebih besar daripada pembalikan tren yang sebenarnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru DOJ watchdog investigating handling of Jeffrey Epstein files Artikel Lama → Trump's lack of focus on economy is spooking Republicans as 2026 election looms

Postingan Lainya