GBP/USD advances past 1.3450 on soft USD despite Mid-East tensions
Dipublikasikan pada: 11 March 2026
GBP/USD melanjutkan laju penguatannya, berhasil menembus level penting 1.3450 pada sesi perdagangan terbaru. Kenaikan pasangan mata uang ini sebagian besar terjadi karena melemahnya Dolar AS secara luas. Hal ini terjadi meskipun ketegangan di Timur Tengah terus membayangi sentimen pasar global. Aksi beli Pound Sterling menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek mata uang Inggris, memposisikannya di atas ambang teknis yang signifikan.
GBP/USD Berhasil Menembus 1.3450 di Tengah Pelemahan Dolar AS
Pelemahan Dolar AS menjadi pendorong utama di balik pergerakan GBP/USD yang impresif. Spekulasi pasar mengenai potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini terus menekan Greenback. Faktanya, ekspektasi ini semakin menguat setelah rilis data ekonomi AS menunjukkan pendinginan inflasi dan pasar tenaga kerja yang mulai melambat. Para investor kini menaruh perhatian lebih pada laporan inflasi. Mereka juga akan mengamati pernyataan pejabat Fed yang akan datang, mencari petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan moneter. Pergeseran sentimen ini membuat Dolar AS kurang menarik, terutama di tengah meningkatnya selera risiko di pasar ekuitas global. Oleh karena itu, pelemahan Dolar memberikan dorongan signifikan bagi pasangan mata uang utama, termasuk Pound.
Dampak Geopolitik dan Ketahanan Pound Sterling
Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah seringkali memicu permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS, respons pasar kali ini tampaknya berbeda. Para pelaku pasar mungkin telah mengabaikan dampak langsung dari ketegangan tersebut, atau fokus mereka beralih ke fundamental ekonomi makro yang lebih dominan. Lebih lanjut, sentimen risiko yang lebih luas di pasar global cenderung stabil, sehingga membatasi aliran dana ke aset lindung nilai. Sementara itu, Pound Sterling menunjukkan ketahanan yang patut diperhatikan. Data ekonomi Inggris yang sedikit lebih baik dari perkiraan, khususnya di sektor jasa dan pasar tenaga kerja, memberikan sedikit dukungan. Bank of England (BoE) juga mempertahankan sikap hati-hati. Meskipun begitu, prospek inflasi yang menurun di Inggris membuka ruang bagi diskusi kebijakan moneter di masa mendatang. Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara The Fed dan BoE juga berperan. Pasar memproyeksikan potensi pemotongan suku bunga Fed yang lebih awal daripada BoE. Hal ini secara efektif menciptakan tekanan jual pada Dolar dan dukungan bagi Pound.
Analisis Teknis dan Prospek Selanjutnya GBP/USD
Secara teknis, penembusan GBP/USD di atas level 1.3450 merupakan sinyal bullish yang signifikan. Level ini sebelumnya bertindak sebagai resistensi kuat, dan kini berpotensi berubah menjadi support penting. Pergerakan di atas ambang batas ini, selanjutnya, membuka jalan bagi pengujian level resistensi berikutnya yang mungkin berada di sekitar 1.3500 atau bahkan 1.3550. Namun demikian, volatilitas pasar tetap tinggi. Para pedagang akan terus memantau perkembangan geopolitik serta rilis data ekonomi penting dari Inggris dan Amerika Serikat secara cermat. Sentimen risiko global juga memainkan peran krusial dalam menentukan arah pasangan mata uang ini ke depan. Setiap perubahan dalam narasi kebijakan moneter, perkembangan geopolitik yang tidak terduga, atau data ekonomi yang mengejutkan berpotensi memicu koreksi pasar yang cepat dan perubahan sentimen secara drastis.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com