GBP/USD Melemah: Pengangguran Inggris Capai Titik Tertinggi Dekade
Dipublikasikan pada: 18 February 2026
GBP/USD Tergelincir Hampir 100 Pips Setelah Tingkat Pengangguran Inggris Capai Titik Tertinggi Satu Dekade
Pasangan mata uang GBP/USD mengalami penurunan signifikan, tergelincir hampir 100 pips dalam sesi perdagangan hari ini. Pergerakan bearish tajam ini terjadi sebagai respons langsung terhadap rilis data tenaga kerja Inggris yang mengecewakan, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran negara tersebut telah melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Berita ini sontak memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Inggris, mendorong sterling melemah secara substansial terhadap dolar AS.
Angka Pengangguran Inggris Melambung, Menekan Prospek Sterling
Data terbaru dari Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran telah mencapai persentase yang tidak terlihat sejak satu dekade lalu. Kenaikan ini jauh melampaui ekspektasi konsensus pasar, mengindikasikan adanya pelemahan substansial di pasar tenaga kerja. Angka tersebut mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi Inggris, termasuk dampak inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Para analis pasar segera menafsirkan data ini sebagai sinyal negatif bagi kesehatan ekonomi secara keseluruhan.
Pelemahan pasar tenaga kerja biasanya berimplikasi pada penurunan daya beli konsumen dan potensi perlambatan pertumbuhan PDB. Oleh karena itu, data ini secara signifikan mengurangi ekspektasi pasar mengenai kemungkinan Bank of England (BoE) untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Bahkan, beberapa spekulasi mulai muncul mengenai potensi BoE untuk mengadopsi sikap yang lebih dovish dalam kebijakan moneter mereka di masa mendatang, demi menopang pertumbuhan.
Reaksi Pasar GBP/USD: Penurunan Drastis Akibat Sentimen Negatif
Sebagai akibat langsung dari rilis data yang suram ini, pasangan GBP/USD segera bereaksi dengan tekanan jual yang kuat. Penurunan hampir 100 pips tersebut menunjukkan respons pasar yang cepat dan drastis terhadap berita buruk. Investor dan trader dengan cepat membuang sterling di tengah kekhawatiran atas stabilitas ekonomi Inggris dan prospek kebijakan moneter. Sentimen risk-off terhadap aset Inggris terlihat jelas, memperparah pelemahan mata uang tersebut.
Penurunan tajam ini mendorong GBP/USD menembus beberapa level support teknikal penting, mengindikasikan potensi pergerakan bearish lebih lanjut dalam jangka pendek. Volume perdagangan juga terpantau meningkat, mencerminkan likuidasi posisi dan pembukaan posisi jual baru oleh para pelaku pasar. Selain itu, dolar AS sendiri juga menunjukkan kekuatan relatif, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih baik baru-baru ini dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish.
Dampak Kebijakan Moneter BoE dan Prospek Ekonomi Jangka Pendek
Kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk secara signifikan mempersulit tugas BoE dalam menyeimbangkan antara memerangi inflasi yang masih tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun inflasi tetap menjadi perhatian utama, lonjakan tingkat pengangguran ke titik tertinggi satu dekade dapat memaksa BoE untuk mempertimbangkan kembali jalur pengetatan kebijakan mereka.
Para investor kini akan lebih cermat memantau pernyataan dari pejabat BoE serta data ekonomi Inggris berikutnya, terutama terkait inflasi dan pertumbuhan PDB. Ketidakpastian seputar langkah kebijakan BoE di masa depan kemungkinan besar akan terus menekan sterling. Prospek jangka pendek untuk GBP/USD tetap berada di bawah tekanan karena pasar mencerna implikasi jangka panjang dari data tenaga kerja yang mengecewakan ini terhadap perekonomian Inggris.
Kesimpulan
Tingkat pengangguran Inggris yang mencapai titik tertinggi satu dekade telah memicu pelemahan signifikan pada pasangan GBP/USD dan meningkatkan ketidakpastian seputar kebijakan moneter Bank of England. Prospek jangka pendek sterling akan tetap di bawah tekanan seiring pasar mencerna implikasi data ini terhadap ekonomi Inggris dan langkah BoE selanjutnya.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com