GBP/USD slips as firm US jobless claims offsets BoE cut bets

Dipublikasikan pada: 26 February 2026

GBP/USD slips as firm US jobless claims offsets BoE cut bets

Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan pelemahan signifikan hari ini, GBP/USD slips as firm US jobless claims offsets BoE cut bets, akibat kombinasi data klaim pengangguran Amerika Serikat yang kuat serta ekspektasi pasar akan pemotongan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan kembali memperkuat narasi ekonomi yang tangguh, sekaligus meredam spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Di sisi lain, prospek BoE untuk melonggarkan kebijakan moneter terus membayangi kinerja Poundsterling.

Klaim Pengangguran AS yang Solid Mendorong Dolar

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran awal yang menunjukkan angka lebih rendah dari proyeksi pasar. Penurunan jumlah warga yang mengajukan tunjangan pengangguran ini mengindikasikan pasar tenaga kerja Amerika Serikat tetap kuat, bahkan di tengah suku bunga tinggi. Angka tersebut secara langsung menekan harapan investor terhadap percepatan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, membuat dolar AS semakin menarik sebagai aset safe-haven dan investasi. Dolar yang menguat secara inheren memberikan tekanan jual pada mata uang lainnya, termasuk Poundsterling. Kekuatan ekonomi AS yang berkelanjutan ini menjadi faktor kunci yang menopang nilai greenback terhadap berbagai mata uang mayor.

Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga BoE Membebani Pound

Sementara itu, sentimen pasar terhadap Poundsterling (GBP) terbebani oleh perkiraan pemotongan suku bunga BoE. Sejumlah indikator ekonomi Inggris, termasuk data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, telah memperkuat pandangan bahwa BoE akan menjadi salah satu bank sentral G7 pertama yang mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Gubernur BoE Andrew Bailey juga telah mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, jika tren disinflasi terus berlanjut.

Prospek suku bunga yang lebih rendah di Inggris membuat Poundsterling kurang diminati dibandingkan dengan mata uang yang berpotensi menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Investor cenderung mengalihkan modal mereka ke negara-negara dengan kebijakan moneter yang lebih ketat atau prospek pertumbuhan yang lebih cerah, menyebabkan arus keluar dana dari aset-aset berbasis GBP.

Dinamika GBP/USD: Pertarungan Kekuatan Ekonomi dan Moneter

Situasi ini menciptakan dinamika yang menantang bagi pasangan mata uang GBP/USD. Di satu sisi, klaim pengangguran AS yang kuat mendukung narasi "higher for longer" untuk suku bunga The Fed, sehingga memperkuat dolar. Di sisi lain, ekspektasi pemotongan suku bunga BoE yang semakin nyata menekan Poundsterling. Pertarungan antara kekuatan ekonomi AS dan prospek pelonggaran moneter Inggris secara jelas mempengaruhi pergerakan GBP/USD.

Analis pasar mencatat bahwa tekanan jual pada GBP/USD kemungkinan akan berlanjut selama data ekonomi AS tetap positif dan BoE tetap pada jalur pelonggaran moneternya. Perhatian investor kini akan tertuju pada rilis data ekonomi makro selanjutnya dari kedua negara, serta komentar dari pejabat bank sentral, yang berpotensi menjadi katalis baru bagi pergerakan pasangan mata uang ini.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru WTI Oil stabilizes as US-Iran tensions offset by record US crude inventory build Artikel Lama → Analisis USD/CHF: Rebound Signifikan Dipicu Data Tenaga Kerja AS

Postingan Lainya