GBP/USD stalls around 1.3360 as Oil spike, geopolitics support USD

Dipublikasikan pada: 26 March 2026

GBP/USD stalls around 1.3360 as Oil spike, geopolitics support USD

Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan pergerakan yang tertahan di sekitar level 1.3360. Kondisi ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kedua faktor tersebut secara signifikan mendukung penguatan Dolar AS sebagai aset safe-haven.

Harga Minyak Melonjak dan Tekanan Inflasi Inggris

Lonjakan harga minyak mentah global telah menjadi pendorong utama pelemahan Pound Sterling baru-baru ini. Inggris, sebagai net-importir energi, sangat rentan terhadap kenaikan harga komoditas ini. Inflasi energi yang lebih tinggi secara langsung membebani daya beli konsumen dan biaya operasional bisnis.

Bank of England (BoE) menghadapi dilema sulit. Mereka harus menyeimbangkan tekanan inflasi yang melonjak dengan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. Harga energi yang tinggi berpotensi memicu stagflasi, sebuah skenario di mana inflasi tinggi beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Pasar cenderung mencermati prospek kebijakan moneter BoE ke depan, yang mungkin akan lebih berhati-hati dibandingkan Federal Reserve AS.

Geopolitik Global Mendorong Permintaan Safe-Haven Dolar AS

Situasi geopolitik yang memanas di berbagai belahan dunia turut meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS. Konflik di Eropa Timur, misalnya, telah memicu ketidakpastian pasar global. Investor cenderung mencari keamanan dalam aset yang dianggap stabil selama periode gejolak.

Dolar AS secara historis berfungsi sebagai mata uang cadangan dunia dan aset safe-haven utama. Oleh karena itu, ketidakpastian politik dan ekonomi global secara alami mengarahkan aliran modal ke aset berdenominasi Dolar AS. Fenomena ini menciptakan tekanan jual pada mata uang berisiko seperti Pound Sterling.

GBP/USD: Konsolidasi di Sekitar 1.3360 di Tengah Sentimen Pasar

Pasangan GBP/USD tampak berkonsolidasi di sekitar level 1.3360. Level ini merupakan titik penting bagi para trader. Pembeli Pound Sterling berusaha mempertahankan level ini sebagai dukungan, sementara penjual Dolar AS mencoba mendorong harga lebih rendah. Volume perdagangan mungkin menunjukkan kehati-hatian investor.

Sentimen pasar saat ini didominasi oleh kekhawatiran geopolitik dan prospek inflasi yang kian memburuk. Ketidakpastian mengenai langkah bank sentral selanjutnya juga turut memengaruhi keputusan investasi. Pergerakan substansial di atas atau di bawah level 1.3360 dapat menentukan arah pasangan mata uang ini dalam waktu dekat. Namun, saat ini, konsolidasi menjadi tema utama.

Perbedaan Kebijakan Moneter dan Prospek Ekonomi

Dolar AS juga mendapat dorongan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif. Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga secara signifikan untuk memerangi inflasi yang tinggi. Prospek pengetatan kebijakan ini kontras dengan situasi BoE yang mungkin lebih berhati-hati.

Prospek ekonomi Inggris menghadapi tantangan serius dari krisis biaya hidup dan dampak kenaikan harga energi. Sebaliknya, ekonomi AS, meskipun menghadapi inflasi, menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Perbedaan fundamental ini semakin memperlebar kesenjangan antara prospek Pound Sterling dan Dolar AS.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Analisis Harga Emas: Mengapa Anjlok? Geopolitik, Suku Bunga & Dolar AS Artikel Lama → Ekspektasi Pasar ECB: Lagarde vs. Proyeksi Agresif Pasar

Postingan Lainya