Gold: Investor appetite sours on inflation concerns – ING

Dipublikasikan pada: 28 April 2026

Gold: Investor appetite sours on inflation concerns – ING

Harga emas, secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kini menghadapi tantangan signifikan. Analisis terbaru dari ING menunjukkan bahwa daya tarik investor terhadap emas memudar di tengah kekhawatiran inflasi. Fenomena ini menghadirkan paradoks menarik, mengingat fungsi historis logam mulia ini sebagai pelindung nilai dalam periode kenaikan harga. Namun, dinamika pasar saat ini, didorong oleh kebijakan moneter yang agresif dan kenaikan imbal hasil riil, mulai mengikis daya pikat emas.

Daya Tarik Emas Memudar Akibat Kekhawatiran Inflasi – Analisis ING

Laporan dari ING menyoroti pergeseran sentimen investor. Meskipun inflasi global melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade, harga emas tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan sebagai respons. Investor tampaknya beralih dari emas karena alasan fundamental yang berkaitan dengan cara bank sentral menanggapi tekanan inflasi. Bank sentral besar, seperti Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa, secara agresif menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini bertujuan untuk mendinginkan ekonomi dan menekan inflasi. Namun, kenaikan suku bunga juga meningkatkan biaya peluang memegang aset tidak berpenghasilan seperti emas.

Selain itu, dolar AS yang menguat secara signifikan turut memberikan tekanan pada harga emas. Emas dihargakan dalam dolar AS, sehingga penguatan mata uang AS membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan investor internasional cenderung menurun, memperburuk tekanan jual pada logam mulia ini. Pasar kini lebih fokus pada imbal hasil riil, yang merupakan suku bunga nominal dikurangi ekspektasi inflasi. Kenaikan imbal hasil riil secara historis selalu menjadi penghalang bagi harga emas.

Suku Bunga Riil dan Kebijakan Moneter Agresif

Kenaikan suku bunga riil menjadi faktor krusial yang menekan daya tarik emas. Ketika suku bunga nominal meningkat lebih cepat daripada ekspektasi inflasi, imbal hasil riil melonjak. Ini membuat obligasi dan instrumen keuangan berpenghasilan tetap lainnya menjadi lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak menawarkan bunga atau dividen. Investor cenderung mengalihkan modal mereka ke aset yang memberikan pengembalian positif dalam lingkungan suku bunga yang meningkat.

Respons bank sentral terhadap inflasi juga memainkan peran penting. Ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter yang berkelanjutan berarti biaya penyimpanan emas akan terus meningkat. Pasar mulai menginternalisasi gagasan bahwa inflasi mungkin tidak bersifat transitori, tetapi juga tidak akan dibiarkan tanpa kendali oleh bank sentral. Prospek tindakan moneter yang lebih agresif untuk mengendalikan inflasi cenderung memperkuat dolar AS dan meningkatkan imbal hasil riil, menciptakan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi emas.

Pergeseran Preferensi Aset Investor

Dalam kondisi makroekonomi saat ini, investor mencari aset yang dapat memberikan pengembalian yang lebih nyata atau memiliki potensi pertumbuhan yang lebih kuat. Beberapa mungkin melihat saham sebagai alternatif, meskipun volatilitas pasar tetap ada. Komoditas lain, terutama energi dan industri, mungkin juga dianggap lebih menarik karena keterkaitan langsungnya dengan rantai pasokan dan permintaan global.

Meskipun demikian, peran emas sebagai aset safe haven dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik atau krisis finansial masih relevan. Namun, dalam konteks inflasi yang didorong oleh kebijakan moneter yang ketat, peran tersebut tampaknya kurang menonjol. Investor perlu mempertimbangkan lanskap ekonomi yang berubah dan bagaimana faktor-faktor seperti suku bunga, kekuatan dolar, dan ekspektasi inflasi secara kolektif membentuk valuasi emas di pasar global.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru New Wall Street research touts our long-held view on AI and cybersecurity stocks Artikel Lama → Wall Street expects solid Q1 results for GM, as Ford and Stellantis try to gain traction

Postingan Lainya