Japanese Yen: Downtrend tests 2024 low against US Dollar – Societe Generale

Dipublikasikan pada: 29 June 2026

Japanese Yen: Downtrend tests 2024 low against US Dollar – Societe Generale

Yen Jepang (JPY) kembali menjadi pusat perhatian pasar keuangan global, menunjukkan tren penurunan signifikan yang kini menguji level terendah tahun 2024 terhadap Dolar AS (USD). Penilaian dari analis strategi di Societe Generale menggarisbawahi kondisi ini, memperkirakan bahwa tekanan jual terhadap JPY kemungkinan akan berlanjut. Situasi ini mencerminkan perbedaan mencolok dalam kebijakan moneter antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve AS, yang terus menjadi pendorong utama dinamika pasangan mata uang USD/JPY.

Pelemahan JPY secara konsisten sepanjang tahun ini telah menarik perhatian banyak investor. Mata uang Jepang ini menghadapi tantangan berat, terutama karena imbal hasil obligasi AS yang relatif tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah Jepang. Hal ini menciptakan daya tarik kuat bagi investor untuk memindahkan modal mereka ke aset berdenominasi Dolar AS, memperparah tekanan depresiasi pada Yen.

Tren Penurunan Yen Jepang dan Uji Level Kritis 2024

Penurunan nilai Yen Jepang terhadap Dolar AS kini berada pada titik kritis. JPY telah berulang kali menguji ambang batas level terendah yang dicatat pada awal tahun 2024. Level ini, yang sebelumnya dianggap sebagai support kuat, kini berpotensi ditembus. Jika level ini benar-benar dilampaui, terbuka jalan bagi JPY untuk melanjutkan penurunannya menuju level yang tidak terlihat dalam beberapa dekade terakhir, sebuah skenario yang diperhatikan secara seksama oleh para pelaku pasar.

Faktor fundamental di balik tren ini sangat jelas. Bank of Japan, meskipun telah melakukan penyesuaian kecil pada kebijakan kontrol kurva imbal hasil (YCC), masih mempertahankan sikap moneter yang sangat longgar. Sebaliknya, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi, sambil terus memberikan sinyal hati-hati mengenai potensi penurunan suku bunga di masa mendatang. Kontras kebijakan ini memperlebar divergensi imbal hasil, yang secara inheren melemahkan daya tarik JPY sebagai mata uang.

Analisis Societe Generale tentang Pelemahan JPY Melawan USD

Menurut analisis terbaru dari Societe Generale, tren penurunan Yen Jepang yang menguji level terendah 2024 terhadap Dolar AS tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Para ahli strategi di Societe Generale menyoroti bahwa pasar terus menekan BoJ untuk berbuat lebih banyak, namun bank sentral Jepang terlihat enggan melakukan pengetatan agresif yang bisa menopang JPY secara signifikan. Mereka berpendapat bahwa intervensi verbal dari otoritas Jepang, meskipun sering terjadi, hanya memberikan efek sementara dan tidak mengubah fundamental pasar yang lebih luas.

Societe Generale juga menekankan bahwa ekspektasi inflasi di Jepang, meskipun menunjukkan peningkatan, belum cukup kuat untuk memicu perubahan drastis dalam kebijakan BoJ. Dengan demikian, selisih suku bunga yang menguntungkan Dolar AS tetap menjadi faktor dominan. Analis mereka menyarankan agar para pelaku pasar tetap mewaspadai potensi pergerakan bearish lebih lanjut, terutama jika data ekonomi AS tetap kuat dan mendorong The Fed untuk mempertahankan kebijakannya.

Implikasi Kebijakan Moneter dan Prospek Jangka Pendek

Prospek jangka pendek untuk Yen Jepang tetap menantang. Selama The Fed mempertahankan narasi "higher for longer" terkait suku bunga, dan BoJ tetap berhati-hati dalam menormalkan kebijakannya, tekanan pada JPY akan terus berlanjut. Pergerakan JPY di masa depan akan sangat tergantung pada perubahan retorika atau tindakan dari salah satu bank sentral tersebut.

Para investor dan trader sedang memantau dengan cermat setiap sinyal dari BoJ mengenai potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut atau pengetatan YCC. Namun, hingga saat ini, BoJ menunjukkan kehati-hatian yang ekstrem, mengutamakan stabilitas ekonomi domestik. Oleh karena itu, ketidakseimbangan kebijakan moneter global kemungkinan akan terus mendukung kekuatan Dolar AS dan menekan nilai Yen Jepang dalam waktu dekat.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Supreme Court rules Trump cannot fire Fed Governor Lisa Cook for now Artikel Lama → British Pound gains as UK Burnham pledges continuation of current Labour policy

Postingan Lainya