Japanese Yen: Near historic lows against US Dollar – Scotiabank

Dipublikasikan pada: 07 July 2026

Japanese Yen: Near historic lows against US Dollar – Scotiabank

Mata uang Jepang, Yen (JPY), saat ini berada di posisi yang sangat rentan, mendekati level terendah bersejarahnya terhadap Dolar AS (USD). Analisis mendalam dari Scotiabank menunjukkan bahwa tekanan jual pada JPY terus berlanjut, dipicu oleh divergensi kebijakan moneter yang signifikan antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve AS (The Fed). Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar di pasar keuangan global, sekaligus menimbulkan tantangan serius bagi ekonomi Jepang.

Faktor-faktor Pendorong Pelemahan Yen yang Berlanjut

Pelemahan nilai Yen secara fundamental didorong oleh perbedaan suku bunga yang mencolok. The Fed telah secara agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk memerangi inflasi, menjadikan aset berbasis Dolar AS sangat menarik bagi investor. Sebaliknya, BoJ tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar, termasuk suku bunga negatif dan kontrol kurva imbal hasil (YCC), untuk mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik. Akibatnya, selisih imbal hasil antara obligasi AS dan Jepang melebar tajam. Investor lantas berbondong-bondong mengalirkan modalnya ke aset berdenominasi USD. Fenomena "carry trade," di mana investor meminjam Yen dengan biaya rendah untuk membeli aset berimbal hasil tinggi, juga turut memperparah tekanan jual pada JPY. Kondisi ini membuat Yen semakin rentan terhadap pergerakan pasar.

Implikasi Yen yang Mendekati Level Terendah Terhadap Dolar AS

Posisi Yen yang lemah ini membawa dampak beragam. Bagi eksportir Jepang, Yen yang murah memang menguntungkan karena harga produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun demikian, sisi negatifnya jauh lebih terasa bagi konsumen dan importir. Biaya impor bahan baku, energi, dan barang-barang pokok melonjak drastis, menyebabkan inflasi impor yang membebani daya beli masyarakat. Selain itu, volatilitas di pasar mata uang juga menciptakan ketidakpastian bagi perencanaan bisnis jangka panjang. Otoritas Jepang sendiri seringkali menyatakan kekhawatirannya akan pergerakan mata uang yang terlalu cepat atau spekulatif, meskipun level spesifik intervensi jarang diungkapkan secara gamblang. Situasi ini memerlukan pemantauan ketat dari pemerintah Jepang.

Prospek Jangka Pendek dan Analisis Scotiabank Mengenai Yen

Scotiabank memproyeksikan bahwa prospek jangka pendek untuk Yen tetap menantang. Kecuali ada perubahan substansial dalam kebijakan BoJ atau sinyal pelonggaran dari The Fed, tekanan pada JPY kemungkinan besar akan terus berlanjut. Banyak analis, termasuk dari Scotiabank, percaya bahwa level psikologis tertentu dapat memicu intervensi resmi dari Kementerian Keuangan Jepang, didukung oleh BoJ. Secara historis, level-level mendekati 150 atau 160 Yen per Dolar AS seringkali menjadi batas kesabaran otoritas. Pernyataan verbal dari para pejabat Jepang seringkali mendahului intervensi fisik. Meskipun intervensi dapat memberikan dorongan sementara bagi Yen, dampak jangka panjangnya akan terbatas tanpa adanya perubahan fundamental dalam kebijakan moneter kedua negara. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu tetap waspada.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Canadian Dollar holds steady despite solid trade data, higher Oil prices Artikel Lama → Oil: Deficits support higher prices – TD Securities

Postingan Lainya