Kekuatan Dolar AS Bertahan di Atas 98.00 di Tengah Geopolitik

Dipublikasikan pada: 08 May 2026

Kekuatan Dolar AS Bertahan di Atas 98.00 di Tengah Geopolitik

Indeks Dolar AS (DXY) Bertahan di Atas 98.00 di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata Iran

Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan ketahanan signifikan pada sesi perdagangan terbaru, berhasil bertahan di atas level psikologis penting 98.00. Kekuatan dolar ini muncul di tengah ketidakpastian yang berkembang seputar prospek gencatan senjata di Timur Tengah. Secara spesifik, laporan mengenai kegagalan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, dengan implikasi geopolitik yang melibatkan Iran, telah meningkatkan kekhawatiran global. Investor kini secara cermat memantau perkembangan di kawasan tersebut, yang secara langsung mempengaruhi persepsi risiko global dan, pada gilirannya, permintaan aset safe-haven seperti dolar AS.

Pergerakan DXY di Tengah Sentimen Pasar Global

DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, mencatat kenaikan moderat. Hal ini terjadi setelah sempat mengalami tekanan jual. Data ekonomi AS yang bervariasi, ditambah dengan narasi Federal Reserve yang cenderung hawkish, memberikan dukungan fundamental. Meskipun inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar tenaga kerja AS yang kuat tetap menjadi perhatian. Oleh karena itu, hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini secara alami menarik modal asing ke aset denominasi dolar.

Gejolak Geopolitik Iran dan Dampaknya pada Kekuatan Dolar AS di Atas 98.00

Fokus utama pasar kini beralih ke dinamika geopolitik, khususnya di Timur Tengah. Laporan terbaru mengenai keraguan serius dalam negosiasi gencatan senjata telah meningkatkan kekhawatiran. Iran, yang memiliki pengaruh signifikan di kawasan tersebut, berada di tengah perhatian. Setiap peningkatan ketegangan cenderung memicu permintaan terhadap dolar AS sebagai safe-haven tradisional. Dengan demikian, kondisi ini membantu DXY mempertahankan posisinya di atas ambang batas 98.00. Para pelaku pasar jelas mencari perlindungan dari risiko geopolitik yang meningkat.

Prospek Teknis dan Level Kunci DXY

Secara teknis, DXY berhasil menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 50-hari. Ini menandakan momentum bullish jangka pendek. Level 98.00 kini bertindak sebagai support psikologis dan teknis yang krusial. Jika DXY mampu mengkonsolidasi di atas level ini, target berikutnya mungkin berada di sekitar 98.50 atau bahkan 99.00. Namun, jika sentimen risiko mereda atau data ekonomi AS mengecewakan, tekanan jual dapat mendorong DXY kembali ke bawah 97.80. Indikator RSI menunjukkan bahwa dolar tidak terlalu jenuh beli, menyisakan ruang untuk kenaikan lebih lanjut.

Faktor-faktor Lain yang Mempengaruhi Kekuatan Dolar

Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter bank sentral utama lainnya juga memainkan peran penting. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BOJ) menghadapi tantangan unik mereka sendiri. Perbedaan dalam pendekatan kebijakan moneter, terutama terkait dengan suku bunga dan stimulus, menciptakan divergensi. Divergensi ini seringkali menguntungkan dolar AS. Data ekonomi global yang lemah juga memicu flight-to-safety, memperkuat daya tarik dolar. Oleh karena itu, kombinasi dari ketidakpastian geopolitik, prospek kebijakan The Fed, dan dinamika pasar global terus menopang DXY.

Kesimpulan

Dolar AS menunjukkan ketahanan signifikan, dengan DXY bertahan di atas 98.00, didorong oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan narasi hawkish Federal Reserve. Kombinasi faktor ini, ditambah prospek teknis yang bullish, menjadikannya aset safe-haven pilihan di tengah volatilitas pasar global.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Analisis EUR/USD: Jalur Biner di Tengah Kesepakatan Teluk Artikel Lama → NFP April Kebijakan Fed: Implikasi Rilis Data Terhadap Suku Bunga.

Postingan Lainya