Kekuatan GBP/JPY: Tetap Kokoh Meski Inflasi Inggris Melemah

Dipublikasikan pada: 18 February 2026

Kekuatan GBP/JPY: Tetap Kokoh Meski Inflasi Inggris Melemah
<a href="https://ea.chaosinlife.com" target="_blank" rel="nofollow noopener">GBP/JPY</a> Bertahan Kuat di Atas 208.00 Meski Data Inflasi Inggris Melemah

GBP/JPY Bertahan Kuat di Atas 208.00 Meski Data Inflasi Inggris Melemah

Pasangan mata uang GBP/JPY menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Pasangan ini berhasil mempertahankan posisinya di atas level krusial 208.00, meskipun data inflasi terbaru dari Inggris Raya mengindikasikan pelemahan signifikan. Angka inflasi konsumen (CPI) yang mencapai target Bank of England (BoE) sebesar 2.0% pada bulan Mei, turun dari 2.3% di bulan sebelumnya, seharusnya memberikan tekanan downward pada Sterling. Namun, GBP/JPY terus menahan diri di atas 208.00, memicu pertanyaan tentang faktor-faktor pendorong di balik kekuatannya yang persisten meskipun data inflasi Inggris melemah.

Ketahanan GBP/JPY: Mengapa Tidak Tergoyahkan Oleh Inflasi Inggris yang Lemah?

Ketahanan GBP/JPY di atas 208.00, bahkan setelah rilis data inflasi yang lemah, sebagian besar dapat dijelaskan oleh dinamika Yen Jepang (JPY) yang lebih luas. Pasar terus melihat JPY sebagai mata uang pendanaan utama dalam strategi carry trade. Investor memanfaatkan suku bunga rendah Jepang untuk berinvestasi pada aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) tetap menjadi pendorong utama. Sementara BoE mungkin akan memangkas suku bunga, BoJ masih mempertahankan kebijakan yang sangat longgar. Ini menciptakan yield differential yang menarik bagi para investor, sehingga membatasi apresiasi JPY. Oleh karena itu, pelemahan JPY sering kali mengimbangi sentimen negatif terhadap Poundsterling yang disebabkan oleh data inflasi.

Analisis Data Inflasi Inggris dan Implikasinya Terhadap Kebijakan BoE

Data inflasi terbaru dari Inggris Raya menunjukkan CPI tahunan turun menjadi 2.0% pada Mei, dari 2.3% di April. Angka ini sejalan dengan ekspektasi dan menandai pencapaian target BoE untuk pertama kalinya sejak Juli 2021. Inflasi inti juga melambat menjadi 3.5% dari 3.9%. Penurunan ini memicu spekulasi pasar mengenai potensi pemangkasan suku bunga oleh BoE. Namun, beberapa pejabat BoE masih menyuarakan kehati-hatian, terutama terkait tekanan inflasi di sektor jasa dan pertumbuhan upah. Pasar saat ini mengantisipasi pemotongan suku bunga BoE pada bulan Agustus atau September, tetapi prospek ini masih belum pasti. Sentimen ini mencegah penurunan tajam pada Poundsterling.

Dinamika Yen Jepang dan Peran Kuncinya dalam Kekuatan GBP/JPY

Di sisi lain spektrum, Yen Jepang terus berada di bawah tekanan. Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya. Mereka berjanji untuk terus membeli obligasi pemerintah Jepang, meskipun ada indikasi pengetatan kebijakan di masa depan. Perbedaan besar dalam suku bunga dengan negara-negara G10 lainnya membuat JPY rentan terhadap penjualan. Setiap sentimen risk-on di pasar global cenderung melemahkan JPY karena investor beralih ke aset berisiko dengan imbal hasil lebih tinggi. Kondisi ini secara efektif memberikan dukungan pada pasangan GBP/JPY, membantu menjaga harganya di atas level-level penting. Kekuatan GBP/JPY di atas 208.00 sebagian besar berakar pada kelemahan struktural JPY.

Level Kritis dan Prospek Teknis GBP/JPY

Secara teknis, level 208.00 telah terbukti menjadi zona dukungan psikologis dan teknis yang penting bagi GBP/JPY. Kemampuan pasangan ini untuk bertahan di atas level ini, bahkan di tengah berita negatif dari Inggris, menunjukkan kekuatan yang mendasarinya. Jika GBP/JPY terus bertahan di atas 208.00, potensi untuk menguji level resistensi yang lebih tinggi akan meningkat. Sebaliknya, penembusan berkelanjutan di bawah 208.00 dapat membuka jalan untuk penurunan lebih lanjut. Para trader akan terus memantau pidato dari pejabat BoE dan BoJ, serta data ekonomi penting yang akan datang, guna mencari petunjuk arah pergerakan selanjutnya.

Kesimpulan

Kekuatan GBP/JPY yang bertahan di atas 208.00, meskipun inflasi Inggris melemah, sebagian besar disebabkan oleh kelemahan struktural Yen Jepang dan perbedaan kebijakan moneter BoE-BoJ. Dinamika ini menciptakan daya tarik carry trade dan menopang pasangan mata uang tersebut. Para trader harus terus memantau pidato pejabat bank sentral dan rilis data ekonomi ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Dampak Lagarde Euro: Mengapa Rumor Kepemimpinan ECB Terbatas Artikel Lama → Silver Price Forecast: XAG/USD recovers above $74.50 on safe-haven demand, FOMC Minutes loom

Postingan Lainya