Les Wexner says 'diabolical' Jeffrey Epstein 'duped' him, denies wrongdoing

Dipublikasikan pada: 19 February 2026

Les Wexner says 'diabolical' Jeffrey Epstein 'duped' him, denies wrongdoing

Les Wexner, mantan CEO raksasa ritel L Brands dan sosok sentral di balik kesuksesan Victoria's Secret, kembali menjadi sorotan tajam setelah pernyataannya mengenai Jeffrey Epstein. Dalam sebuah wawancara yang memicu perdebatan luas, Wexner menyatakan bahwa dirinya merasa "ditipu" oleh Epstein yang ia sebut sebagai sosok "diabolik," seraya dengan tegas membantah segala bentuk kesalahan atau keterlibatan dalam praktik ilegal Epstein. Pengakuan ini muncul di tengah upaya Wexner untuk menjernihkan namanya dari bayang-bayang skandal yang telah mengguncang reputasi pribadinya dan kerajaan bisnisnya.

Les Wexner Mengklaim Ditipu oleh Jeffrey Epstein yang "Diabolik"

Wexner menjelaskan bagaimana Jeffrey Epstein, yang diperkenalkan kepadanya pada akhir tahun 1980-an, berhasil membangun kepercayaan dan kemudian mengambil alih sebagian besar manajemen keuangannya. Epstein juga mendapatkan kekuasaan atas properti mewah Wexner, termasuk rumah di New York dan pesawat pribadi. Wexner kini menggambarkan Epstein sebagai manipulator ulung, seseorang yang secara sistematis mengeksploitasi kepercayaan dan jaringannya. Ia menegaskan, Epstein memiliki kemampuan luar biasa untuk mengelabui orang lain, membuat mereka percaya pada ilusi yang diciptakannya. Pernyataan Wexner menyoroti pola penipuan yang kompleks, di mana individu cerdas bahkan dapat menjadi korban dari skema manipulasi yang terencana rapi.

Pembantahan Les Wexner atas Keterlibatan dan Implikasi Reputasi

Wexner bersikukuh bahwa ia tidak memiliki pengetahuan atau keterlibatan apa pun dalam kejahatan mengerikan yang dilakukan Epstein. Ia berulang kali menyatakan bahwa dirinya dan keluarganya adalah korban penipuan Epstein. Pembantahan ini merupakan upaya penting untuk memulihkan citra yang telah tercoreng parah. Skandal Epstein secara signifikan memengaruhi L Brands, yang saat itu merupakan perusahaan induk Victoria's Secret. Tekanan publik, media, dan investor terus meningkat, menuntut akuntabilitas dari pihak-pihak yang terkait dengan Epstein. Pembantahan Wexner adalah bagian dari strategi untuk memisahkan diri dari asosiasi yang merusak tersebut, meskipun tantangan reputasi tetap besar.

Dampak pada Bisnis dan Transisi Kepemimpinan di L Brands

Asosiasi Wexner dengan Epstein tidak hanya merusak reputasi pribadinya, tetapi juga menciptakan gelombang turbulensi bagi L Brands. Citra Victoria's Secret, yang telah bergulat dengan masalah pemasaran dan relevansi, semakin terpukul oleh kontroversi ini. Kritik terhadap Wexner, sebagai pemimpin lama perusahaan, meningkat tajam. Pada akhirnya, tekanan ini menjadi salah satu faktor kunci di balik keputusan Wexner untuk mundur dari posisi CEO dan ketua dewan direksi L Brands pada tahun 2020. Selanjutnya, perusahaan tersebut mengalami restrukturisasi besar, termasuk penjualan sebagian Victoria's Secret dan pemisahan Bath & Body Works. Ini menunjukkan bagaimana skandal pribadi, terutama yang melibatkan figur publik, dapat memiliki konsekuensi finansial dan operasional yang mendalam bagi entitas korporat.

Kasus Jeffrey Epstein terus menjadi subjek investigasi dan liputan media yang intens. Pernyataan Les Wexner menambah lapisan baru pada narasi yang sudah rumit, menekankan klaimnya sebagai korban dari manipulasi seorang kriminal. Publik dan pihak berwenang terus mencari kejelasan serta akuntabilitas dari semua pihak yang mungkin terlibat atau terhubung dengan jaringan Epstein. Keadaan ini sekali lagi menggarisbawahi dampak luas dari kejahatan dan bagaimana kepercayaan yang salah tempat dapat menghancurkan karir serta reputasi.

Sumber Inspirasi: www.cnbc.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru AUD/USD drifts lower after RBA minutes as jobs data looms Artikel Lama → Hassett says authors of New York Fed tariff study should be disciplined: 'Worst paper I've ever seen'

Postingan Lainya