NZD/USD climbs on weaker US Dollar following Trump’s State of the Union
Dipublikasikan pada: 26 February 2026
Pasangan mata uang NZD/USD mencatat kenaikan signifikan. Ini terjadi di tengah pelemahan Dolar AS menyusul pidato State of the Union (SOTU) oleh Presiden Trump. Kinerja Dolar Selandia Baru menguat tajam terhadap greenback. Pasar keuangan global merespons narasi dari Washington. Sentimen investor condong ke aset berisiko. Kondisi ini membuat Dolar AS kehilangan daya tariknya sebagai aset aman.
Reaksi Pasar terhadap Pidato State of the Union
Investor seringkali menyoroti pidato SOTU Presiden Trump. Mereka mencari isyarat kebijakan ekonomi dan perdagangan. Kali ini, pasar tampak menafsirkan pidato dengan kehati-hatian. Beberapa analis melihat kurangnya detail konkret mengenai strategi pertumbuhan ekonomi AS. Penjelasan tentang penyelesaian sengketa dagang juga dirasa minim. Akibatnya, sentimen risk-off yang sebelumnya mendukung Dolar AS mulai mereda. Investor mencari peluang di pasar lain.
Pernyataan Trump tentang persatuan dan fokus domestik juga menarik perhatian. Investor menilai tidak ada kejutan besar yang mampu mendorong Dolar AS lebih tinggi. Sebaliknya, narasi yang lebih tenang mengurangi kekhawatiran geopolitik. Ini memicu pergeseran modal. Dana beralih dari aset aman seperti Dolar AS menuju mata uang komoditas. NZD termasuk dalam kategori ini.
Faktor Pendorong Kenaikan NZD/USD Pasca SOTU
Pelemahan Dolar AS adalah pendorong utama kenaikan NZD/USD. Namun, ada faktor lain yang mendukung penguatan Dolar Selandia Baru. Selandia Baru adalah negara pengekspor komoditas. Kenaikan harga komoditas global secara umum mendukung NZD. Data ekonomi positif dari Selandia Baru juga turut berkontribusi. Investor menganggap ekonomi Selandia Baru relatif stabil. Ini membuatnya menarik bagi para pedagang.
Selain itu, selera risiko global membaik. Ini sering kali menguntungkan mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Dolar Selandia Baru cenderung mendapatkan manfaat dalam lingkungan seperti ini. Ekspektasi suku bunga dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) juga menjadi perhatian. Meskipun RBNZ cenderung dovish, perbedaan persepsi terhadap kebijakan moneter dengan Federal Reserve (Fed) dapat menciptakan dinamika perdagangan. Ini dapat menguntungkan NZD.
Analisis Teknis dan Prospek Jangka Pendek NZD/USD
Secara teknis, kenaikan NZD/USD menunjukkan momentum positif. Pasangan ini berhasil menembus level resistensi kunci. Pergerakan harga mengindikasikan tekanan beli yang kuat. Indikator teknis seperti RSI (Relative Strength Index) bergerak naik. Hal ini mendukung pandangan bullish jangka pendek. Para pedagang akan mengamati level dukungan dan resistensi berikutnya.
Prospek jangka pendek akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi mendatang. Terutama data inflasi dan pasar tenaga kerja dari AS. Sentimen risiko global juga akan memengaruhi pergerakan Dolar AS. Gejolak perdagangan atau politik baru dapat mengubah arah pasar. Investor perlu terus memantau perkembangan makroekonomi.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com