NZD/USD declines for second day as Middle East tensions lift US Dollar

Dipublikasikan pada: 26 March 2026

NZD/USD declines for second day as Middle East tensions lift US Dollar

Pasangan mata uang NZD/USD telah mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut, melanjutkan tren pelemahan yang signifikan. Tekanan jual ini sebagian besar dipicu oleh kenaikan indeks Dolar AS (DXY) yang kuat, didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Investor mencari aset safe-haven di tengah kekhawatiran geopolitik, membuat Dolar AS menjadi pilihan utama.

Tekanan Geopolitik dan Kenaikan Dolar AS

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan pasar global. Serangan baru-baru ini telah memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional. Akibatnya, sentimen pasar berubah menjadi risk-off. Para pelaku pasar segera beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Dolar AS secara tradisional merupakan salah satu aset safe-haven paling likuid di dunia. Permintaan terhadap Dolar AS melonjak tajam.

Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan penguatan signifikan. Penguatan ini terjadi terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Hal ini menambah tekanan pada mata uang komoditas seperti Dolar Selandia Baru. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Mereka mencari perlindungan dalam mata uang cadangan global. Kondisi ini membuat Dolar AS semakin menarik sebagai tempat berlindung modal.

Pelemahan NZD/USD Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Global

Pelemahan NZD/USD berlanjut sebagai respons langsung terhadap penguatan Dolar AS. Dolar Selandia Baru, sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko global, cenderung melemah saat sentimen pasar memburuk. Selain itu, prospek kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) juga menjadi faktor.

RBNZ baru-baru ini mempertahankan suku bunga acuan. Mereka juga memberikan nada yang hati-hati mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini kontras dengan Federal Reserve AS. The Fed menunjukkan sikap yang lebih hawkish. Mereka mengindikasikan suku bunga tinggi mungkin bertahan lebih lama. Perbedaan ini semakin memperlebar divergensi suku bunga. Akibatnya, daya tarik imbal hasil obligasi AS meningkat. Ini semakin menguntungkan Dolar AS dibandingkan dengan Dolar Selandia Baru.

Prospek Teknis dan Fundamental NZD/USD

Secara teknis, pasangan NZD/USD kini bergerak di bawah level support penting. Penurunan dua hari berturut-turut ini menunjukkan momentum bearish yang kuat. Volume perdagangan juga menunjukkan peningkatan minat jual. Level support berikutnya dapat diuji dalam waktu dekat. Indikator teknis juga mengisyaratkan tekanan ke bawah yang berkelanjutan.

Secara fundamental, situasi geopolitik di Timur Tengah masih sangat tidak menentu. Setiap perkembangan baru dapat memicu volatilitas pasar yang signifikan. Kenaikan harga minyak global juga dapat memengaruhi neraca perdagangan negara-negara. Namun, dampaknya pada NZD cenderung terbatas dibandingkan komoditas lainnya. Investor akan terus memantau data ekonomi AS dengan cermat. Data inflasi dan ketenagakerjaan AS sangat penting. Data tersebut akan memberikan petunjuk mengenai jalur kebijakan The Fed ke depan.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Gold rallies on hopes for US-Iran talks and falling US Treasury yields Artikel Lama → Rasio NPL Kawasan Euro: Ketahanan Diuji Guncangan Energi 2026

Postingan Lainya