Pelemahan Euro: Hadapi Penurunan Ketiga Akibat The Fed Hawkish
Dipublikasikan pada: 26 September 2026
Euro Bersiap Hadapi Penurunan Mingguan Ketiga di Tengah Prospek Hawkish Federal Reserve
Euro diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan ketiga secara berturut-turut, terbebani oleh prospek kebijakan Federal Reserve yang semakin hawkish. Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan tren pelemahan signifikan setelah pernyataan para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa laju kenaikan suku bunga mungkin akan dipertahankan atau bahkan dipercepat. Kekhawatiran inflasi yang persisten di Amerika Serikat menjadi pendorong utama di balik narasi pengetatan moneter ini. Para investor kini menimbang dampak divergensi kebijakan moneter yang mencolok antara The Fed dan Bank Sentral Eropa (ECB), sebuah faktor kunci yang memengaruhi valuasi mata uang tunggal.
Kebijakan The Fed yang Hawkish: Pendorong Utama Pelemahan Euro
Sentimen pasar global saat ini didominasi oleh kekhawatiran atas inflasi yang terus-menerus tinggi di AS, yang mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan sikap yang sangat hawkish. Beberapa pejabat The Fed, termasuk anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), baru-baru ini menyuarakan pentingnya untuk terus memerangi inflasi secara agresif. Mereka menekankan perlunya mempertahankan suku bunga acuan pada level restriktif untuk jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan semula. Pernyataan-pernyataan ini secara signifikan meningkatkan ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga tambahan, bahkan setelah serangkaian kenaikan besar sebelumnya. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, menjadikan dolar AS lebih menarik bagi para investor global yang mencari pengembalian yang lebih tinggi. Peningkatan daya tarik dolar ini secara langsung memberikan tekanan jual yang kuat pada pasangan mata uang EUR/USD, mendorongnya lebih rendah.
Tekanan Terhadap Euro: Apa yang Melemahkan Mata Uang Tunggal?
Di sisi lain, Euro masih kesulitan menemukan pijakan yang kokoh di tengah kondisi pasar saat ini. Meskipun Bank Sentral Eropa (ECB) juga telah menaikkan suku bunga, laju dan prospek pengetatan kebijakannya cenderung lebih konservatif dibandingkan The Fed. Data ekonomi dari Zona Euro sering menunjukkan perlambatan pertumbuhan yang mengkhawatirkan, ditambah dengan kekhawatiran energi yang masih membayangi prospek ekonomi regional. Misalnya, indeks sentimen bisnis atau data inflasi yang tidak sekuat ekspektasi dapat dengan cepat melemahkan mata uang tunggal. Selain itu, pasar tenaga kerja di beberapa negara anggota Zona Euro juga menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian. Oleh karena itu, perbedaan yang signifikan dalam prospek pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter antara dua blok ekonomi besar ini semakin memperlebar jurang pemisah, sehingga Euro terus berada di bawah tekanan. Pasar juga mencermati risiko geopolitik di Eropa yang dapat membebani mata uang tersebut.
Prospek Jangka Pendek dan Level Kritis EUR/USD
Para analis pasar kini memfokuskan perhatian pada level support kunci untuk pasangan mata uang EUR/USD. Jika pasangan ini terus berada di bawah tekanan jual, level psikologis penting seperti 1.0700 atau bahkan 1.0650 dapat teruji dalam waktu dekat. Sebaliknya, level resistance kunci mungkin berada di sekitar 1.0750 dan 1.0800, yang akan sulit ditembus tanpa katalis positif yang kuat. Pelaku pasar akan terus memantau rilis data ekonomi penting dari kedua wilayah, termasuk laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan datang dan data Produk Domestik Bruto (PDB) Zona Euro. Selain itu, pernyataan lanjutan dari para bankir sentral dari The Fed dan ECB akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depannya. Tren divergensi kebijakan moneter tampaknya akan terus menjadi faktor penentu utama pergerakan EUR/USD dalam beberapa waktu ke depan, dengan bias pelemahan yang berkelanjutan bagi Euro.
Kesimpulan
Euro diperkirakan akan terus menghadapi tekanan pelemahan akibat divergensi kebijakan moneter yang signifikan antara Federal Reserve yang hawkish dan Bank Sentral Eropa yang lebih konservatif. Investor perlu memantau data ekonomi kunci serta pernyataan bankir sentral dari kedua blok untuk mengantisipasi pergerakan pasangan mata uang EUR/USD di masa mendatang.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com