Pelemahan USD GBP: Poundsterling Menguat Berkat Sentimen Risk-On Global

Dipublikasikan pada: 06 January 2026

Pelemahan USD GBP: Poundsterling Menguat Berkat Sentimen Risk-On Global

Dolar AS (USD) menunjukkan tanda-tanda pelemahan baru-baru ini, seiring dengan peningkatan sentimen 'risk-on' di pasar global yang memberikan dorongan signifikan bagi Poundsterling Inggris (GBP). Analisis dari OCBC menyoroti pergeseran dinamika pasar ini, di mana investor kini lebih cenderung mencari aset berisiko di tengah optimisme yang tumbuh.

Faktor Pendorong Sentimen Risk-On Global

Katalis utama di balik pergeseran sentimen ini termasuk harapan akan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama. Terutama, Federal Reserve AS. Data inflasi yang melambat di beberapa ekonomi maju, serta tanda-tanda ketahanan ekonomi, turut menyumbang optimisme ini. Investor cenderung beralih ke aset berisiko lebih tinggi.

Ini termasuk ekuitas dan mata uang komoditas. Atau mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan global, seperti GBP. Pergerakan ini seringkali meninggalkan aset safe-haven, seperti dolar AS, yang permintaannya menurun drastis. Selain itu, kondisi likuiditas global yang stabil juga mendukung perilaku risk-taking di kalangan pelaku pasar.

Sentimen "risk-on" juga dipicu oleh prospek pertumbuhan ekonomi global yang lebih cerah. Banyak analis memprediksi perlambatan yang lebih lembut atau bahkan pendaratan lunak bagi ekonomi-ekonomi besar. Hal ini mengurangi kekhawatiran resesi yang sempat mendominasi pasar. Oleh karena itu, investasi di pasar berkembang dan mata uang yang terkait dengan perdagangan global menjadi lebih menarik.

Pelemahan USD dan Penguatan GBP di Tengah Sentimen 'Risk-On' Menurut OCBC

Pelemahan USD terjadi karena permintaan safe-haven menurun. Pasar kini mengantisipasi potensi pemotongan suku bunga Fed lebih awal dari perkiraan semula. Suku bunga yang lebih rendah di AS mengurangi daya tarik obligasi pemerintah AS. Akibatnya, investor mencari peluang imbal hasil yang lebih baik di tempat lain.

Sebaliknya, Poundsterling menikmati momentum positif. Ekonomi Inggris menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan. Bahkan, Bank of England (BoE) tetap hawkish relatif terhadap bank sentral lainnya. Prospek pertumbuhan global yang lebih cerah juga cenderung menguntungkan GBP. Ini menjadikannya mata uang yang lebih sensitif terhadap risiko.

OCBC mencatat bahwa divergensi kebijakan moneter ini merupakan pendorong utama. Harapan pelonggaran oleh Fed dibandingkan dengan sikap BoE yang masih berhati-hati memberikan keunggulan komparatif bagi GBP. Ditambah lagi, aliran modal masuk ke pasar saham Inggris menunjukkan peningkatan kepercayaan investor. Hal ini semakin memperkuat posisi Poundsterling di pasar valuta asing.

Prospek Jangka Pendek untuk Pasangan USD/GBP

Ke depan, pergerakan USD dan GBP akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi kunci. Laporan inflasi AS dan Inggris, serta pernyataan dari pejabat bank sentral, akan menjadi fokus utama. Setiap kejutan dalam data ini dapat memicu volatilitas signifikan. Investor akan mencermati indikasi mengenai arah kebijakan moneter di kedua negara.

Ketidakpastian geopolitik juga bisa dengan cepat mengubah sentimen pasar. Peristiwa tak terduga dapat memicu kembali permintaan safe-haven. Hal ini berpotensi membalikkan tren pelemahan USD saat ini. Namun demikian, selama sentimen risk-on bertahan, GBP kemungkinan akan terus mendapatkan dukungan. Ini akan bergantung pada data ekonomi Inggris yang kuat.

Selain itu, perbedaan prospek pertumbuhan ekonomi juga akan memengaruhi pasangan mata uang ini. Jika ekonomi Inggris terus menunjukkan ketahanan, sementara ekonomi AS menghadapi tantangan, tekanan pada USD dapat berlanjut. Sebaliknya, pemulihan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dukungan kembali bagi dolar.

Kesimpulan

Pelemahan USD dan penguatan GBP didorong oleh sentimen 'risk-on' global serta divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan BoE, seperti analisis OCBC. Prospek pasangan USD/GBP akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi kunci dan potensi perubahan sentimen pasar di masa mendatang.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Prediksi USD/CNH: UOB Group Perkirakan Rentang 6.9720-6.9920 Artikel Lama → Penguatan Pound Sterling: GBP Melesat Akibat Optimisme Pasar Global

Postingan Lainya