Pengecualian Treasuries Fed: Proposal Miran Ubah Regulasi Bank
Dipublikasikan pada: 19 November 2025
Christopher Miran, seorang pejabat senior di Federal Reserve, baru-baru ini menyuarakan pandangannya bahwa The Fed seharusnya mempertimbangkan untuk mengecualikan obligasi pemerintah AS (treasuries) dari persyaratan regulasi tertentu. Pernyataan ini membuka kembali diskusi penting mengenai bagaimana peraturan perbankan memengaruhi stabilitas keuangan dan likuiditas pasar obligasi pemerintah. Proposal ini berpotensi merombak lanskap operasional bank-bank besar dan cara mereka mengelola neraca keuangannya, sekaligus memengaruhi dinamika pasar aset paling aman di dunia.
Rasionalisasi di Balik Pengecualian Obligasi Pemerintah
Miran berargumen bahwa obligasi pemerintah AS, secara inheren merupakan aset yang sangat likuid dan bebas risiko kredit di tingkat sovereign, seharusnya diperlakukan secara berbeda dalam kerangka regulasi. Fokus utama pandangannya kemungkinan besar tertuju pada Rasio Leverage Tambahan (Supplementary Leverage Ratio/SLR). SLR adalah ukuran kapitalisasi yang mengharuskan bank-bank besar mempertahankan modal minimum sebagai persentase dari total aset mereka, termasuk aset di luar neraca. Dengan mengecualikan treasuries dari perhitungan total aset untuk tujuan SLR, Miran percaya bank akan memiliki insentif lebih besar untuk memegang aset-aset aman ini.
Langkah ini bisa meningkatkan kemampuan bank untuk berfungsi sebagai perantara pasar yang efisien, terutama selama periode tekanan pasar. Ketika bank-bank merasa terbebani oleh batas-batas regulasi, mereka cenderung mengurangi kepemilikan treasuries atau membatasi aktivitas mereka di pasar repo. Ini berpotensi memperburuk masalah likuiditas atau volatilitas, terutama saat pasar membutuhkan lebih banyak kapasitas dari lembaga keuangan. Usulan ini bertujuan untuk mengurangi "friction" regulasi yang menghambat pergerakan modal ke aset-aset yang paling dibutuhkan dalam sistem.
Implikasi Potensial Jika Fed Mengecualikan Treasuries
Jika Federal Reserve memutuskan untuk mengecualikan treasuries dari persyaratan regulasi, dampaknya akan sangat signifikan. Pertama, bank-bank besar kemungkinan akan melihat peningkatan ruang gerak untuk memperluas neraca mereka atau mengambil lebih banyak risiko yang terukur. Ini bisa meningkatkan likuiditas di pasar obligasi pemerintah, menurunkan biaya pendanaan bagi pemerintah AS, dan mungkin mendorong bank untuk menyediakan lebih banyak kredit ke perekonomian riil. Peningkatan kapasitas perbankan untuk menahan dan memperdagangkan treasuries dapat pula mengurangi volatilitas pasar selama periode krisis, seperti yang terlihat pada awal pandemi COVID-19.
Namun, para kritikus mungkin khawatir tentang potensi efek samping yang tidak diinginkan. Mereka berpendapat bahwa pengecualian semacam itu dapat menciptakan moral hazard atau mendorong bank untuk mengambil leverage yang berlebihan. Regulasi seperti SLR dirancang untuk memastikan bahwa bank memiliki bantalan modal yang cukup untuk menyerap kerugian, tanpa memandang jenis aset. Melemahkan aturan ini, meskipun untuk aset yang dianggap "aman", bisa membuka celah yang pada akhirnya mengancam stabilitas keuangan. Perdebatan ini menyoroti keseimbangan sulit antara mempromosikan likuiditas pasar dan menjaga kehati-hatian regulasi.
Pandangan Berbeda dan Jalan ke Depan
Diskusi mengenai pengecualian treasuries bukanlah hal baru; topik ini telah muncul beberapa kali, terutama setelah periode dislokasi pasar. Pandangan Miran menambahkan bobot intelektual pada argumen yang mendukung perubahan tersebut, mengingat posisinya di Federal Reserve. Namun, setiap perubahan regulasi besar memerlukan tinjauan komprehensif dan konsensus yang luas di antara para pembuat kebijakan, termasuk Dewan Gubernur The Fed dan lembaga regulasi lainnya seperti Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).
Para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan diskusi ini dengan cermat. Potensi perubahan dalam perlakuan regulasi treasuries dapat memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap strategi investasi bank, dinamika pasar uang, dan arsitektur regulasi keuangan global. Proposal ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan kerangka kerja pasca-krisis, menyeimbangkan tujuan stabilitas keuangan dengan kebutuhan pasar yang berfungsi efisien.
Kesimpulan
Proposal Christopher Miran mengenai pengecualian treasuries Fed dari regulasi kembali memicu diskusi penting. Ini menyoroti dilema antara menjaga stabilitas keuangan dan meningkatkan efisiensi pasar, dengan implikasi besar bagi bank dan pasar global.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com