Penurunan Euro: UOB Prediksi EUR/USD Menuju 1.1140
Dipublikasikan pada: 08 October 2026
Euro: Risiko Penurunan Menuju 1.1140 Terhadap Dolar AS Tetap Ada - UOB
Dalam lanskap pasar mata uang yang dinamis, laporan terbaru dari United Overseas Bank (UOB) menyoroti prospek bearish untuk Euro terhadap Dolar AS. Analisis UOB secara spesifik mengemukakan bahwa **risiko penurunan Euro menuju 1.1140 terhadap Dolar AS tetap ada**, sebuah pandangan yang menarik perhatian para pelaku pasar dan investor global. Proyeksi ini mengindikasikan tekanan signifikan pada pasangan mata uang EUR/USD, didorong oleh berbagai faktor fundamental dan teknis yang akan terus memengaruhi pergerakan harga.
Analisis UOB: Proyeksi EUR/USD di Tengah Tekanan Pasar
UOB, sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka, secara konsisten memantau indikator makroekonomi dan sentimen pasar. Dalam penilaian terbarunya, mereka menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi di zona Euro, dikombinasikan dengan narasi Dolar AS yang lebih kuat, menjadi pendorong utama di balik prospek penurunan ini. Mereka mengamati bahwa divergensi kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) terus melebar. The Fed mempertahankan sikap yang relatif hawkish, sementara ECB menghadapi tantangan inflasi yang persisten namun juga risiko pertumbuhan yang membayangi. Perbedaan suku bunga ini tentu saja memperkuat daya tarik aset-aset berdenominasi Dolar.
Faktor-faktor Pendorong Pelemahan Euro
Beberapa faktor fundamental turut memperburuk prospek Euro. Data ekonomi zona Euro seringkali menunjukkan tanda-tanda perlambatan, termasuk angka PDB yang lesu dan indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih rendah dari ekspektasi. Di sisi lain, kekhawatiran geopolitik yang terus-menerus di Eropa juga membebani sentimen investor, mendorong mereka mencari aset yang lebih aman. Selain itu, kenaikan harga energi global secara tidak langsung memengaruhi daya saing ekonomi Eropa. Semua elemen ini secara kolektif menciptakan lingkungan yang menantang bagi Euro untuk mendapatkan kembali momentum apresiasi.
Kekuatan Dolar AS dan Dampaknya pada EUR/USD
Dolar AS, di sisi lain, terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Prospek ekonomi AS yang relatif kuat dibandingkan dengan negara maju lainnya, bersama dengan pasar tenaga kerja yang solid, telah mendukung narasi hawkish The Fed. Dengan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut atau setidaknya kebijakan yang 'lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama', daya tarik imbal hasil obligasi AS meningkat. Ini secara langsung menarik aliran modal masuk, memperkuat Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Euro. Kekuatan Dolar ini menjadi kontributor signifikan terhadap tekanan jual yang terlihat pada pasangan EUR/USD.
Level Teknis Kritis: Pentingnya 1.1140
Secara teknis, level 1.1140 menjadi titik perhatian krusial. Analisis UOB menyiratkan bahwa jika level support ini ditembus, potensi penurunan lebih lanjut akan terbuka lebar. Level ini mungkin merepresentasikan area konsolidasi sebelumnya atau titik balik historis yang signifikan bagi pasangan EUR/USD. Pelaku pasar akan memantau dengan cermat pergerakan harga di sekitar level ini. Penembusan di bawah 1.1140 dapat memicu gelombang penjualan lebih lanjut, dengan target support berikutnya yang lebih rendah akan menjadi fokus para trader. Oleh karena itu, level 1.1140 bukan hanya sekedar angka, melainkan indikator penting bagi pergerakan Euro di masa mendatang.
Kesimpulan
Analisis UOB menyoroti risiko **penurunan Euro** terhadap Dolar AS, dengan level krusial 1.1140 sebagai titik perhatian. Faktor ekonomi Zona Euro yang lesu dan penguatan Dolar AS menjadi pendorong utama tekanan pada pasangan EUR/USD ini.
Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com