Pound Sterling Melemah: Data Inggris Dorong GBP/USD di Bawah 1.3300.

Dipublikasikan pada: 13 March 2026

Pound Sterling Melemah: Data Inggris Dorong GBP/USD di Bawah 1.3300.

Pound Sterling Melemah di Bawah 1.3300 Terhadap Dolar AS yang Menguat di Tengah Data Inggris yang Mengecewakan

Pound Sterling (GBP) menunjukkan performa yang mengecewakan di sesi perdagangan terbaru, melemah hingga menembus level 1.3300 terhadap Dolar AS (USD) yang secara luas menguat. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh rilis data ekonomi Inggris yang datang di bawah ekspektasi pasar, menimbulkan kekhawatiran baru tentang prospek pertumbuhan ekonomi negara tersebut dan potensi kebijakan Bank of England (BoE).

Pound Sterling Terperosok di Bawah 1.3300: Tekanan dari Data Ekonomi Inggris yang Mengecewakan

Data terbaru dari Inggris menjadi katalis utama di balik penurunan nilai Pound Sterling. Laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis hari ini menunjukkan angka yang stagnan, gagal menunjukkan penurunan signifikan yang diharapkan oleh Bank of England. Sementara itu, data penjualan ritel bulan Februari juga mengejutkan pasar dengan kontraksi sebesar 0.5% bulan ke bulan, jauh di bawah perkiraan konsensus yang memprediksi pertumbuhan tipis.

Para analis pasar cepat menafsirkan data ini sebagai indikasi tekanan ekonomi yang berkelanjutan di Inggris. Inflasi yang persisten namun diiringi dengan konsumsi yang lesu menimbulkan kekhawatiran stagflasi. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap jalur kenaikan suku bunga BoE menjadi lebih ambigu. Investor mulai mempertanyakan kemampuan BoE untuk melanjutkan pengetatan kebijakan agresif tanpa berisiko menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Sentimen dovish ini secara langsung memberikan tekanan jual pada GBP.

Faktor Pendorong Penguatan Dolar AS

Di sisi lain, Dolar AS terus menunjukkan ketahanan dan penguatan secara luas terhadap mata uang utama lainnya. Kekuatan Dolar AS didukung oleh beberapa faktor. Pertama, ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve (Fed) yang tetap bersikap hawkish dalam memerangi inflasi AS terus menguat. Data ekonomi AS, khususnya pasar tenaga kerja, secara konsisten menunjukkan kekuatan, memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan pendekatan agresifnya.

Kedua, Dolar AS juga diuntungkan oleh statusnya sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Investor cenderung mencari perlindungan pada Dolar AS dalam periode volatilitas tinggi. Selain itu, selisih imbal hasil obligasi antara AS dan Inggris semakin melebar, membuat aset berdenominasi Dolar AS lebih menarik bagi investor global, yang selanjutnya mendukung permintaan akan mata uang Paman Sam.

Analisis Teknis GBP/USD dan Prospek Jangka Pendek

Penembusan level 1.3300 memiliki implikasi teknis yang signifikan bagi pasangan GBP/USD. Level ini sebelumnya bertindak sebagai zona support psikologis yang penting. Penembusan ke bawah menunjukkan pergeseran sentimen pasar menjadi lebih bearish untuk Pound Sterling.

Grafik harga menunjukkan bahwa pasangan ini sekarang berpotensi menguji support berikutnya di sekitar 1.3250, dan jika tekanan jual berlanjut, level 1.3200 dapat menjadi target selanjutnya. Indikator momentum juga mengarah ke selatan, mengkonfirmasi dominasi penjual di pasar saat ini. Para trader akan memantau dengan seksama data ekonomi Inggris yang akan datang, termasuk PDB, serta komentar dari pejabat BoE dan The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah pasangan mata uang ini.

Kesimpulan

Pound Sterling melemah di bawah 1.3300 terhadap Dolar AS karena data ekonomi Inggris yang mengecewakan dan penguatan Dolar AS sebagai aset safe-haven. Prospek jangka pendek GBP/USD cenderung bearish, dengan trader memantau data ekonomi dan kebijakan bank sentral selanjutnya.

Sumber Inspirasi: www.fxstreet.com

Baca Juga

← Artikel Terbaru Defisit Perdagangan AS Menyempit Kini, Namun Diprediksi Melebar Lagi Artikel Lama → EUR/GBP PDB Inggris: Menguat di Atas 0.8600, Poundsterling Lesu

Postingan Lainya